IHSG Berpotensi Tembus Level 6.500 Pekan Ini

Tim Redaksi • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 12:16 WIB
HANS KWEE.(JPG)
HANS KWEE.(JPG)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pasar saham Indonesia belum kehilangan tenaga. Setelah mencatat penguatan selama enam pekan berturut-turut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang melanjutkan tren positif pekan ini. Namun, investor tetap perlu bersiap menghadapi volatilitas karena arah suku bunga The Federal Reserve (The Fed) dan sejumlah sentimen global masih menjadi penentu.

Pada perdagangan Jumat (7/8), IHSG ditutup menguat 65,94 poin atau 1,04 persen ke level 6.409,65. Dalam sepekan, indeks mengakumulasi kenaikan 2,78 persen. Praktisi pasar modal Hans Kwee mengatakan, salah satu sentimen utama yang bakal dicermati investor adalah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan pelemahan. Data nonfarm payrolls AS tercatat turun 23 ribu, jauh di bawah ekspektasi ekonom yang memperkirakan kenaikan 80 ribu. Pelemahan pasar tenaga kerja tersebut dapat memengaruhi arah kebijakan moneter The Fed. 

”Data lapangan kerja yang lemah, diikuti inflasi yang masih tinggi, membuka peluang The Fed mempertahankan suku bunga dan baru naik di Oktober atau Desember 2026,” kata Hans, Ahad (9/8).

Baca Juga: 69 Tahun Provinsi Riau: Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Pembangunan Digesa 

Dari Asia, investor mulai mengurangi posisi jual (short) terhadap sebagian besar mata uang kawasan. Penurunan harga minyak sempat meredakan kekhawatiran terhadap inflasi yang dipi­cu tingginya biaya impor.

Dari dalam negeri, investor juga perlu mencermati tekanan terhadap kinerja emiten. Pelemahan rupiah, daya beli masyarakat yang masih terbatas, serta volatilitas harga komoditas berpotensi memengaruhi kinerja sejumlah perusahaan, khususnya sektor konsumer.

Menurut dia, investor mulai mengalihkan perhatian dari saham-saham yang berkaitan dengan AI dengan valuasi tinggi menuju sektor lain yang relatif lebih murah dan belum banyak dimiliki investor. Strategi tersebut membuka peluang bagi IHSG untuk melanjutkan konsolidasi dengan kecenderungan menguat.

Baca Juga: Perwakilan Honda Riau Raih Trofi Kemenangan di Ajang Nasional


”Kami memperkirakan IHSG memiliki support di area 6.300 hingga 6.201. Sementara resistance berada pada rentang 6.450 hingga 6.631,” ucapnya.

Sementara itu, Equity Research Analyst Alrich Paskalis Tambolang menambahkan, secara mingguan indikator MACD IHSG telah membentuk golden cross. Histogram MACD juga berada di area positif. Namun, Stochastic RSI sudah berada di area overbought. ”Sehingga jika IHSG dapat menembus level MA20 tersebut, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 6.500 pada pekan depan (pekan ini),” pungkasnya.(mim/dio)

Laporan JPG, Jakarta

 

Editor : Arif Oktafian
saham indonesia ihsg pasar saham