PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Di tengah kondisi ekonomi saat ini, terjadi pergeseran dalam tren berwisata di Riau. Diketahui, belakangan ini, wisatawan di Riau kini semakin selektif dalam menentukan perjalanan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Minat masyarakat untuk berwisata masih ada, namun pola pengeluaran dan pilihan perjalanan mulai berubah.
Hal itu dikatakan oleh Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Riau, Dede Firmansyah. Menurutnya, kondisi bisnis pariwisata dan biro perjalanan saat ini memang cukup menantang. Masyarakat masih melakukan perjalanan, tetapi lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang untuk kebutuhan wisata.
”Jadi sebenarnya bukan berarti masyarakat berhenti berwisata. Pasarnya masih ada, tetapi wisatawan sekarang lebih sensitif terhadap harga,” ujar Dede, kemarin.
Baca Juga: MC Group Tutup Mining Expo Indonesia 2026 dengan Capaian Positif
Menurutnya, wisatawan kini cenderung membandingkan berbagai komponen biaya sebelum mengambil keputusan, mulai dari harga tiket, hotel, transportasi hingga paket wisata.
Ada wisatawan yang memilih paket dengan harga lebih murah, mengurangi jumlah hari perjalanan, bahkan menunda perjalanan hingga kondisi keuangan lebih memungkinkan.
”Tren yang kami lihat adalah wisatawan semakin mencari paket ekonomis, durasi pendek, keberangkatan yang fleksibel dan harga yang transparan,” ujarnya.
Baca Juga: PTPN IV PalmCo Inisiasi PSR Award 2026, Perkuat Ekosistem Sawit Rakyat
Perubahan pola tersebut turut berdampak pada bisnis biro perjalanan. Persaingan antar pelaku usaha semakin ketat, sementara margin usaha ikut tertekan karena konsumen semakin mempertimbangkan harga dalam menentukan pilihan.
”Ada kecenderungan penurunan pada sebagian segmen, terutama perjalanan yang membutuhkan biaya besar,” jelasnya.
Meski demikian, Dede menyebut kondisi tersebut tidak terjadi pada seluruh destinasi dan segmen perjalanan. Wisata dengan biaya yang relatif terjangkau masih memiliki permintaan, terutama perjalanan domestik, short trip dan perjalanan kelompok.
Baca Juga: Harga Ayam dan Cabai Masih Tinggi
Menurutnya, wisatawan kini cenderung menyesuaikan durasi perjalanan dengan kemampuan finansial. Perjalanan yang sebelumnya berlangsung cukup lama mulai bergeser ke perjalanan yang lebih singkat dengan biaya lebih terjangkau.(yls)
Laporan SITI AZURA, Pekanbaru
Editor : Arif Oktafian