PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Merupakan salah satu desa yang selama ini dikenal sebagai desa yang banyak menghasilkan buah nenas. Meskipun tanah di desa ini didominasi oleh lahan gambut, namun justru membuat tanaman dengan nama ilmiah Ananas Comosus ini tumbuh subur.
Melihat potensi yang ada di daerahnya tersebut, membuat Deswi berpikir untuk membuka usaha berkaitan dengan buah nenas. Kepala Riaupos.co, Deswi menceritakan bahwa usahanya berjualan nenas ini sudah dimulai sejak tahun 1980 an. Usaha tersebut awalnya dirintis oleh kedua orang tuanya.
“Awalnya kedua orang tua saya yang membuka usaha berjualan nenas ini,” kata Deswi.
Diceritakan Deswi, pada tahun 80 an itu, kedua orang tua Deswi berjualan nenas hanya di depan rumah saja. Pasalnya, rumahnya yang berada di jalan lintas Pekanbaru-Bangkinang membuat jalan ini banyak dilintasi oleh kendaraan.
“Di depan rumah saya ini kan jalan lintas. Jadi dulu jualannya hanya d idepan rumah saja. Rata-rata saat itu pembelinya adalah orang-orang yang akan ke luar kota, membeli nenas untuk oleh-oleh,” sebutnya.
Karena nenas yang dihasilkan oleh Desa Kualu Nenas ini terkenal manis. Perlahan produknya terus diburu pembeli. Hingga akhirnya ada pihak yang menawarkan kerja sama dalam hal pengiriman buah nenas keluar kota.
“Jadi waktu itu ada yang ajak kerjasama, kami diminta mengirim nenas ke Sumatra Barat,” ujarnya.
Tawaran itu tak disia-siakan. Deswi dan orang tuanya menyanggupi untuk mengirim buah nenas ke luar kota. Namun ternyata, untuk memenuhi permintaan buah nenas ke Sumatra Barat stok buah nenas yang dihasilkan dari kebunnya tidak mencukupi.
Mau tidak mau, ia harus membeli buah nenas dari petani lain yang ada di sekitar kebunnya. Untuk membeli nenas itu, tentunya diperlukan modal. Ia pun kemudian mendapatkan informasi bahwa Bank BRI dapat memberikan bantuan modal kepadanya.
“Untuk membeli nenas dari petani lain, tentu kami perlu modal. Sementara saat itu, modal kami masih terbatas. Hingga akhirnya saya dapat informasi bahwa Bank BRI bisa memberikan bantuan modal,” katanya.
Tanpa berpikir panjang, pada awal tahun 2002, Deswi kemudian menghubungi pihak Bank BRI. Setelah melengkapi beberapa persyaratan dan dilakukan peninjauan, pinjaman modal yang diajukannya disetujui. Di mana saat itu ia mendapatkan pinjaman sebesar Rp50 juta. Modal itu kemudian ia gunakan untuk membuat usaha grosir nenas.
“Awalnya saya dapat pinjaman Rp50 juta. Itu langsung saya gunakan untuk membeli nenas dari petani lain dan kemudian dikirim ke Sumatra Barat,” sebutnya.
Kepercayaan untuk mengirim buah nenas ke luar kota tersebut terus berjalan. Hingga akhirnya saat ini dalam sepekan, ia bisa mengirim nenas hingga lima kali dalam sepekan. Di saat permintaan terus meningkat, ternyata hasil panen nenas dari desa Kualu Nenas juga tidak bisa mencukupi permintaan.
Hingga akhirnya ia mencari daerah penghasil nenas lainnya di provinsi Riau. Setelah melakukan pencarian, ia akhirnya mendapat daerah penghasil nenas lainnya yakni di Kabupaten Siak. Daerah yang bisa ditempuh dengan perjalan darat berjarak sekitar 2,5 jam perjalanan dari lokasinya saat ini.
Untuk membeli nenas dari daerah ini, Deswi kemudian juga kembali menghubungi pihak Bank BRI untuk dapat kembali mendapatkan tambahan modal. Permintaannya kemudian kembali disetujui.
“Pinjaman kedua saya ke Bank BRI sebesar Rp90 juta. Itu juga saya gunakan untuk mengembangkan usaha,” katanya.
Deswi bersyukur, akibat bantuan pengembangan usaha yang didapat dari Bank BRI. Saat ini usahanya terus berkembang, tidak hanya bermanfaat bagi keluarganya. Namun juga bagi petani lain yang ada di sekitarnya.
“Harapan kami Bank BRI terus memberikan bantuan kepada kami para pengusaha untuk dapat mengembangkan usaha. Tentunya bukan hanya bermanfaat bagi keluarga, tapi juga warga sekitar,” harapnya.
Regional CEO BRI Pekanbaru, Kicky Andrie Davetra mengatakan, bahwa ada tiga hal yang pihaknya lakukan dalam mendukung tumbuh kembang UMKM. Yakni akses pembiayaan, memberikan fasilitas penunjang UMKM, dan pemanfaatan layanan transaksi bisnisnya.
“Pemberian pembiayaan ini adalah bentuk komitmen BRI untuk terus berkontribusi dalam kemajuan pelaku UMKM untuk terus naik kelas. Terima kasih yang sebesar-besarnya kami ucapkan kepada para nasabah,” sebutnya.