Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Perjalanan dan Pengorbanan Gregoria Mariska Tunjung yang Berujung Medali Olimpiade: Di Rumah Dilatih Bapak dengan Modal Catatan

jpg • Senin, 5 Agustus 2024 | 09:13 WIB

Photo
Photo

Demi kemajuan sang putri, dari Wonogiri, ayah Gregoria Mariska Tunjung tiga kali dalam sepekan mengantarkannya latihan badminton ke Solo dan Klaten. Tulisan lama wartawan Jawa Pos Radar Solo IWAN ADI LUHUNG berikut ini menggambarkan perjuangan masa kecil dan dukungan penuh keluarga untuk pebulutangkis yang kemarin merebut perunggu Olimpiade Paris 2024 tersebut.

Laporan JPG, Jakarta

SANG putri baru di awal meniti perjalanan bulutangkis. Namun, Fransiska Romana Dwi Astuti sudah mengajukan usul yang sangat berani kepada sang suami, Gregorius Maryanto.

Sang suami dimintanya berfokus mengembangkan potensi Ria, panggilan akrab putri mereka, Gregoria Mariska Tunjung. Menyepakati usulan tersebut, Maryanto pun menutup kios plastiknya di Pasar Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah.

”Saya bilang ke bapak, yang penting Ria bisa fokus di satu bidang yang disenanginya. Saya saja yang kerja. Bapak fokus ngurus Ria. Saya tidak diurus juga tidak apa-apa,” kata Dwi Astuti, lalu terkekeh ketika menceritakan peristiwa tersebut pada Agustus 2021 saat Ria tampil di Olimpiade Tokyo.

Maryanto-lah yang pertama mengendus ketertarikan Ria terhadap bulu tangkis. Tepatnya saat dia memergoki putrinya menyaksikan dengan saksama Piala Thomas dan Uber 2004 di rumah mereka di Perum Griya Cipta Laras, Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri Kota. ”Saat itu usianya masih sekitar 5 tahun. Setelah lihat itu, kok katanya pengin namplek (bulutangkis),” ujar Maryanto.

Dimulailah perjalanan panjang itu. Bersama sang ayah, Ria pun kerap bermain bulutangkis di area perumahan.

Suatu hari, Maryanto mendapatkan kabar bahwa ada kursus bulutangkis di Solo. Dia akhirnya mendaftarkan sang putri. Setelahnya, dua kali dalam sepekan Maryanto mengantar sang putri untuk berlatih.

Bukan hanya itu, Ria yang juga akrab disapa Jorji sepekan sekali diantar ke rumah pamannya di Klaten untuk berlatih bulutangkis. Di sela-sela tiga kali dalam sepekan harus keluar kota itu, Maryanto melatih sendiri sang anak di rumah.

”Saya melatih Ria di gedung di Bulusulur. Modalnya catatan. Saya catat apa yang dilakukan sang pelatih di Solo, kemudian saya latih juga. Jadi, mengulang yang sudah dilatihkan,” kenang dia.

Maryanto kemudian mendaftarkan Ria di PB Mutiara Cardinal, Bandung, Jawa Barat. Saat itu gadis kelahiran 11 Agustus 1999 tersebut masih duduk di kelas IV di SD Negeri Ngadirojo 1.

Otomatis, Ria pindah ke Bandung dan mengikuti homeschooling di sana. Sebuah pengorbanan besar untuk seorang gadis sekecil itu yang sebelumnya belum pernah terpisah jauh dari orang tua.

Di sisi lain, ayah-ibu Ria tak kalah berkorban. Dari kota tempat tinggal mereka di perbatasan Jawa Tengah–Jawa Timur, merekalah yang harus sering mengunjungi sang putri ke ibu kota Jawa Barat tersebut.

Ketika tak ada jadwal ke Bandung, Maryanto dan Dwi Astuti berkontak video dengan Jorji. Setiap hari mereka melakukannya untuk memantau dan menyemangati. Setiap akan bertanding, Ria juga selalu tak pernah lupa memberi kabar. Sekaligus meminta doa restu.

Dan, setiap berkesempatan liburan pulang ke Wonogiri, Dwi Astuti menyebut Ria selalu memiliki makanan klangenan. ”Sangat sederhana, sego kucing,” ungkapnya.

Tiga tahun silam itu, Ria kandas di 16 besar. Dwi Astuti menyatakan, dirinya dan suami tak kecewa. ”Nggak harus bawa medali. Ini juga Olimpiade pertama Ria,” kata Dwi Astuti.

Namun, doa dan dukungan tiada putus dari ayah dan ibunya itu akhirnya turut mendorong kepercayaan diri Ria. Hasilnya, kemarin dia memastikan diri merebut perunggu tunggal putri.

Sepulang dari Paris nanti, jika Ria sempat mudik ke Wonogiri, ayah dan ibunya sudah pasti tahu apa yang perlu disiapkan untuk putri kebanggaan mereka, yakni sego kucing.(*/al/ria/c14/ttg/das)

Silakan simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu dengan mengakses Riau Pos WhatsApp Channel

 

Editor : RP Arif Oktafian
#Pebulutangkis #badminton #gregoria mariska tunjung #Olimpiade Paris 2024 #Jorji