Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pedagang Takjil Mulai Jajakan Aneka Menu Berbuka Puasa; ”Alhamdulillah, Hari Pertama Langsung Ramai”

Hendrawan Kariman • Jumat, 20 Februari 2026 | 12:16 WIB

Warga membeli menu takjil yang dijual pedagang di depan gerbang Kampus Unri, Jalan HR Soebrantas, Kamis (19/2/2026).
Warga membeli menu takjil yang dijual pedagang di depan gerbang Kampus Unri, Jalan HR Soebrantas, Kamis (19/2/2026).

Di hari pertama Ramadan 1447 Hijriah, Kamis (19/2), sejumlah pedagang aneka menu berbuka puasa (takjil) mulai bermunculan di pinggir-pinggir jalan di Kota Pekanbaru.

Laporan HENDRAWAN KARIMAN dan DOFI ISKANDAR

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pantauan Riau Pos, Kamis (19/2) sore, di kawasan depan gerbang kampur Universitas Riau (Unri) Panam, Jalan HR Soebrantas, Kecamatan Binawidya, para pedagang takjil tampak berjajar di sepanjang jalan. Berbagai jenis makanan dan minuman dijajakan, mulai dari gorengan, risol, aneka kue basah, hingga minuman segar.

Sejak pukul 16.00 WIB, masyarakat mulai berdatangan untuk membeli takjil. Kerumunan terlihat di beberapa lapak, terutama yang

menjual gorengan dan makanan siap santap. Para pembeli tampak antre sambil memilih menu berbuka puasa.

Para pedagangpun langsung meraup untung. Nisa, salah seorang pedagang mengatakan, penjualan di hari pertama Ramadan sudah mulai memperlihatkan hasil. 

”Alhamdulillah sudah mulai ramai. Dari sore pembeli sudah ada yang datang, apalagi mendekati waktu berbuka semakin banyak,” ujarnya.

Sementara itu, kondisi serupa juga terlihat di Jalan Bina Krida. Deretan pedagang memenuhi sisi jalan dengan berbagai pilihan takjil yang menarik perhatian pengendara yang melintas. Banyak pembeli yang berhenti di pinggir jalan untuk berbelanja.

Rani, pedagang takjil di titik ini mengatakan, suasana di hari pertama Ramadan cukup ramai dibanding hari biasa. Ia menyebutkan, berbagai jenis takjil seperti gorengan dan minuman manis menjadi yang paling banyak diminati pembeli.

”Untuk hari pertama ini sudah lumayan ramai. Biasanya makin sore makin padat, apalagi menjelang buka,” katanya.

Aktivitas parkir kendaraan di kedua lokasi tersebut juga tampak meningkat. Sepeda motor berjajar di tepi jalan, bahkan sebagian pengendara berhenti di badan jalan sehingga arus lalu lintas terlihat sedikit tersendat di beberapa titik.

Meski demikian, suasana pasar Ramadan di hari pertama ini berlangsung tertib dan kondusif. Masyarakat tampak antusias menyambut bulan suci dengan berburu berbagai hidangan berbuka puasa.

Pantauan di Jalan Delima, terlihat di pinggir jalan dipenuhi lapak-lapak dadakan yang berderet rapi menjajakan aneka takjil untuk berbuka puasa.

Meja-meja sederhana yang ditutup kain warna-warni dipenuhi gorengan, kue basah, kolak, hingga minuman segar. Aroma minyak panas bercampur manisnya sirup menyatu dengan hiruk-pikuk kendaraan yang melintas pelan karena ramainya pembeli.

Sekitar pukul 15.00 WIB, warga mulai berdatangan. Sebagian datang bersama keluarga, sementara pengendara lain memilih menepi sejenak untuk membeli takjil sebelum melanjutkan perjalanan. Menjelang pukul 17.00 WIB, suasana semakin padat. 

Salah seorang pedagang, Leni Marlina (37), terlihat cekatan melayani pelanggan. Ia menjajakan aneka gorengan dan kue basah dengan harga mulai dari Rp1.000 hingga Rp10.000 per potong. 

Di sampingnya, gelas-gelas plastik berisi minuman berwarna cerah seperti es jeruk kasturi, es semangka, dan es mangga dijual dengan harga mulai Rp5.000.

”Saya sudah bersiap sejak jam 10 pagi. Gorengan digoreng bertahap, kue disusun, minuman juga diracik dulu. Mulai dipajang sekitar pukul 14.00 WIB siang,”ujar Leni di sela kesibukannya.

Menurutnya, pembeli mulai berdatangan sejak pukul 15.00 WIB hingga 16.00 WIB meski belum terlalu ramai. Puncak keramaian biasanya terjadi menjelang waktu berbuka.

”Biasanya pukul 17.00 WIB sampai mau Maghrib sudah ramai sekali. Alhamdulillah hari pertama ini lumayan,” katanya.

Pembeli tak hanya berasal dari warga sekitar. Banyak pengendara yang melintas turut berhenti untuk membeli takjil, bahkan sebagian membeli dalam jumlah banyak untuk hidangan berbuka bersama keluarga.

Menjelang azan Maghrib, aktivitas di sepanjang jalan semakin padat.(end/dof)

Editor : Arif Oktafian
#berburu takjil #Ramadan 1447 H #berbuka puasa #pedagang #binawidya