Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Mulai Ramai Didatangi Calon Pembeli

Dofi Iskandar • Senin, 18 Mei 2026 | 11:35 WIB
Boya, pemilik Peternakan Aisyah mem­perlihatkan kambing peliharaannya, Sabtu (16/5/2026). (Boya)
Boya, pemilik Peternakan Aisyah mem­perlihatkan kambing peliharaannya, Sabtu (16/5/2026). (Boya)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Langit sore di kawasan Areng­ka Atas, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru, mulai redup ketika aktivitas di sebuah kandang ternak perlahan usai, Sabtu (16/5).  Jarum jam menunjukkan pukul 16.30 WIB. Suara embikan kambing dan domba masih terdengar bersahutan dari balik pagar kandang di Jalan Pahlawan Nomor 17.

Di tempat itu, pemilik peternakan bernama Boya baru saja menuntaskan pekerjaan rutinnya. Setelah memastikan seluruh hewan sudah diberi makan, ia duduk beristirahat di sudut kandang milik Peternakan Aisyah miliknya.

Sudah 11 tahun Boya menjalani usaha peternakan kambing dan domba. Dari kandang sederhana itu, ia menggantungkan hidup sekaligus merawat harapan setiap kali musim Iduladha datang.

Saat ini, sekitar seratus ekor kambing dan domba dipeliharanya. Sebagian merupakan kambing perah (menyediakan susu kambing murni), sementara lainnya dipersiapkan untuk keperluan hewan kurban.

Baca Juga: Halte Dibiarkan Terbengkalai Tak Berfungsi

Menjelang Hari Raya Idul­adha, kandangnya mulai ramai didatangi pembeli. Namun tahun ini, Boya mengaku penjualan masih berjalan biasa saja. ”Kalau dibanding tahun kemarin, hampir sama. Biasa­nya dua pekan menjelang Idul­adha baru mulai ramai yang pesan,” ujarnya, Ahad (17/5).

Untuk hewan kurban jenis kambing, stok miliknya bahkan sudah habis dipesan pelanggan. Kini yang tersisa tinggal domba dengan ber­bagai ukuran dan harga.

Harga kambing atau domba yang dijual berkisar mulai Rp1,8 juta hingga Rp8 juta per ekor. Perbedaan harga ditentukan dari ukuran dan bobot hewan.

Baca Juga: Jaga Aset Tanah, Pemko Gali Parit Satu Kilometer 

”Kalau yang Rp8 juta itu berat hidupnya sekitar 90 kilogram. Kalau Rp1,8 juta beratnya sekitar 15 sampai 18 kilogram,” jelas Boya.

Sebagian besar pembeli berasal dari Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Menurutnya, pelanggan dari wilayah sekitar lebih mudah dilayani karena faktor pengiriman ternak. ”Kalau terlalu jauh kami susah mengantarnya,” katanya sambil tersenyum.

Baca Juga: Pemko Pekanbaru Tertibkan Aset 8 Hektare di Sudirman Ujung, Parit Sepanjang Satu Kilometer Digali

Bagi Boya, musim kurban bukan hanya soal keuntu­ngan usaha. Ada nilai keikhlasan dan semangat berbagi yang ia saksikan langsung dari para pelanggan yang datang ke kandangnya.

Namun perjalanan menjadi peternak bukan tanpa tantangan. Persoalan terbesar yang kini mulai dirasakannya adalah sulitnya mencari rumput untuk pakan ternak.

Perkembangan kota yang semakin pesat membuat lahan hijau semakin berkurang. Kondisi itu memaksanya mulai memikirkan alternatif pakan untuk keberlangsungan usaha di masa depan.

Baca Juga: Di Kandang Sederhana Peternakan Aisyah, Boya Menjaga Harapan Musim Kurban

”Sekarang cari rumput makin susah karena kota makin besar. Jadi harus mulai dipikirkan pakan alternatif ke depannya,” ujarnya.

Meski begitu, Boya tetap bertahan. Di tengah keterbatasan dan tantangan, ia terus merawat ternaknya satu per satu. 

Dari kandang sederhana itu, ia menjaga harapan agar musim kurban tahun ini membawa keberkahan, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi orang-orang yang datang membeli hewan kurban untuk berbagi dengan sesama.(dof)

Laporan DOFI ISKANDAR, Pekanbaru 

Editor : Arif Oktafian
#idul adha #hewan kurban #harga