Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Orang Tua Harus Jelaskan 5 Hal Ini kepada Anak Remaja tentang Pornografi

Redaksi • Minggu, 9 Juni 2024 | 11:45 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Sebagai orang tua, penting untuk mengangkat isu tentang pornografi kepada anak remaja dengan cara yang bijaksana dan informatif. Pornografi telah menjadi bagian tak terelakkan dari kehidupan digital.

Dan sebagai orang tua, tanggung jawab kita adalah memberikan pemahaman yang tepat kepada anak remaja tentang hal ini. Pornografi bukanlah sekadar hiburan, melainkan sebuah dunia yang seringkali tidak mencerminkan realitas seksualitas manusia secara sehat.

Melalui dialog terbuka, dapat membantu anak remaja memahami bahwa pornografi seringkali menggambarkan citra yang tidak realistis tentang tubuh dan hubungan. Dengan membuka ruang untuk diskusi yang jujur, kita dapat membantu anak remaja memahami kompleksitas pornografi dan membuat keputusan yang bijaksana dalam menghadapinya.

Dilansir dari psychologytoday.com pada Minggu (9/6), terdapat beberapa hal yang pelu dijelaskan orang tua kepada anak remaja tentang pornografi.

1. Kebanyakan pornografi hanyalah akting

Kebanyakan dari konten pornografi yang ditemukan secara daring merupakan hasil dari proses akting dan produksi yang direncanakan dengan seksama. Para pemain dalam film-film tersebut sering kali berperan sesuai dengan skenario yang telah ditentukan sebelumnya, bukan menggambarkan aktivitas seksual yang sesungguhnya.

Meskipun terlihat realistis, sebagian besar dari apa yang terlihat dalam pornografi hanyalah representasi yang disengaja untuk tujuan hiburan dan hiburan semata. Oleh karena itu, penting bagi penonton, terutama anak remaja, untuk memahami bahwa apa yang mereka lihat dalam pornografi tidak selalu mencerminkan kenyataan atau norma-norma hubungan yang sehat.

2. Tubuh kebanyakan orang tak seperti aktor pornografi

Seringkali, aktor dan aktris dalam film pornografi memiliki penampilan dan proporsi tubuh yang dianggap tidak realistis oleh standar kebanyakan orang. Banyak dari mereka memiliki tubuh yang sangat idealis, dengan proporsi yang sangat tidak mungkin dicapai secara alami oleh kebanyakan orang.

Ini bisa menciptakan harapan yang tidak realistis tentang bagaimana tubuh seharusnya terlihat, dan dapat meningkatkan tekanan pada individu untuk mencapai standar kecantikan yang tidak realistis. Penting bagi anak remaja untuk menyadari bahwa keindahan dan kepuasan tubuh tidak hanya terkait dengan penampilan fisik, tetapi juga dengan kesehatan mental dan emosional.

3. Jangan ragu berhenti ketika kesal dengan pornografi

Jika merasa tidak nyaman atau terganggu dengan pornografi, penting untuk mendengarkan diri sendiri dan menghormati perasaan tersebut. Terkadang, tekanan dari teman untuk menonton pornografi bisa menjadi sulit untuk dihindari, tetapi ingatlah bahwa kamu memiliki hak untuk menetapkan batasan yang membuat nyaman.

Selain itu, jika merasa sulit untuk melupakan pornografi saat berhubungan, jangan ragu untuk mencari bantuan yang dapat membantu mengatasi tantangan tersebut. Ingatlah bahwa hubungan seksual yang sehat didasarkan pada komunikasi terbuka, kepercayaan, dan rasa nyaman bersama, bukanlah pada citra-citra yang dipresentasikan dalam pornografi.

4. Adegan pornografi di luar kenyataan

Hal ini penting untuk diingat bahwa apa yang ditampilkan dalam pornografi tidak selalu merepresentasikan kenyataan atau keinginan mayoritas orang dalam hubungan seksual. Pornografi cenderung memperlihatkan tindakan seksual yang tidak lazim atau di luar norma, yang mungkin tidak mencerminkan preferensi atau keinginan kebanyakan individu.

Terlalu sering terpapar pada jenis konten ini dapat mempengaruhi persepsi seseorang tentang apa yang dianggap sebagai aktivitas seksual yang “normal” atau “wajar”. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa preferensi seksual seseorang dapat bervariasi secara luas, dan tidak selalu sesuai dengan apa yang ditampilkan dalam pornografi.

5. Berdasarkan persetujuan

Berbagai rega adegan, bahkan sekeras apapun di dalam pornografi itu semua berdasarkan persetujuan baik dari aktor, dan pihak pembuat film. Meskipun tidak ditayangkan bagaimana persetujuannya di layar, namun di balik itu semua telah ada persetujuan dari berbagai pihak.

Oleh karenanya, jangan berasumsi bahwa ketika ada reka adegan pemaksaan kemudian itu adalah kenyataan. Sehingga bagi anak remaja sangat memahami hal ini, bahwa seksualitas tidak didasarkan pada pemaksaan, kekerasan atau semacamnyaa sebagaimana yang ditayangkan pornografi.

Sumber: Jawapos.com

Editor : RP Edwir Sulaiman
#pornografi anak #remaja #orang tua #hiburan