JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Pasar mobil tua atau klasik kini terus menggeliat. Mengendarai mobil tua bagi sebagian orang adalah bentuk dari gaya hidup dan nostalgia. Makanya pangsa pasar mobil ini selalu ada.
Namun sebelum Anda tergoda dan jatuh cinta, ada baiknya mempertimbangkan sejumlah hal penting. Karena membeli mobil lawas itu seperti menikah dengan masa lalu. Indah, tapi penuh tantangan. Makanya siapkan juga anggaran tambahan, karena kadang harga beli mobil jadul hanya awal dari petualangan.
Anda bisa mencoba tips ini sebelum membeli mobil jadul. Tentukan dulu tujuan Anda, untuk apa mobil tua dibeli. Apakah mobil akan dijadikan koleksi, kendaraan harian, atau proyek restorasi? Ini akan menentukan jenis mobil dan kondisi yang Anda cari.
Periksa kondisi secara menyeluruh, dari mesin, transmisi, hingga bodi. Jika Anda tidak terlalu paham, bawa mekanik yang ahli dalam mobil tua. Riset soal suku cadang. Cari tahu apakah komponen mobil tersebut masih banyak tersedia di pasar atau komunitas.
Cek dokumen kendaraan secara lengkap, jangan sampai Anda terjebak membeli mobil tanpa BPKB atau yang pajaknya mati bertahun-tahun.
Tak bisa dipungkiri, mobil jadul menyimpan estetika yang sulit ditandingi mobil modern. Dari desain lampu bulat, interior kayu, hingga aroma khas kabin, semuanya menghadirkan sensasi klasik yang unik. Beberapa model juga punya nilai investasi yang terus meningkat, apalagi jika kondisinya original dan terawat.
Di balik pesona mobil tua, ada hal-hal yang harus Anda waspadai. Pertama, tentu saja urusan perawatan. Mobil jadul—terutama yang sudah tidak diproduksi—sering kali membuat pemiliknya harus berburu suku cadang langka hingga ke forum komunitas luar negeri.
Konsumsi bahan bakar juga umumnya boros. Belum lagi, suspensi dan kenyamanan kadang terasa kaku jika Anda terbiasa naik mobil modern.
Sumber: Jawapos.com
Editor : Rinaldi