Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Ingat! Keselamatan Lebih Penting dari Kecepatan Sampai Tujuan, Microsleep Intai Perjalanan Mudik Anda

Redaksi • Senin, 16 Maret 2026 | 08:19 WIB

Ilustrasi seorang pengemudi yang menepi sejenak karena mengalami gejala microsleep akibat kelelahan.
Ilustrasi seorang pengemudi yang menepi sejenak karena mengalami gejala microsleep akibat kelelahan.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Hari Raya Idulfitri adalah waktu terbaik untuk berkumpul dengan orang-orang terdekat. Makanya banyak kita lihat orang berbondong-bondong melakukan mudik lebaran.

Bahkan banyak orang rela melakukan perjalanan jauh untuk mudik Idulfitri. Tentu saja sebelum menempuh perjalanan jauh, semua harus dipersiapkan, baik fisik maupun kendaraan. Karena keselamatan merupakan hal paling utama.

Saat perjalanan jauh pengemudi juga berisiko mengalami microsleep, yaitu kondisi tertidur sejenak tanpa disadari yang bisa berlangsung antara 1 hingga 10 detik. Meski terlihat singkat, microsleep sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kendaraan kehilangan kendali.

Banyak kecelakaan di jalan tol maupun jalur arteri saat arus mudik diduga dipicu oleh kelelahan pengemudi dan microsleep. Ketika tubuh terlalu lelah dan dipaksa tetap berkendara, otak bisa "mematikan" kesadaran sejenak sebagai mekanisme perlindungan alami.

Ingat, pastikan kebugaran tubuh anda sebelum melakukan perjalanan jauh. Dengan menjaga kondisi tubuh tetap fit, mengatur waktu istirahat, serta mengenali tanda-tanda microsleep, pemudik bisa mengurangi risiko kecelakaan dan memastikan perjalanan menuju kampung halaman berjalan aman dan lancar.

Tanda-Tanda Pengemudi Mengalami Microsleep

Beberapa gejala yang biasanya muncul sebelum microsleep terjadi, antara lain mata terasa berat dan sering berkedip. Menguap berulang kali, sulit fokus pada jalan, keluar jalur tanpa disadari, tidak ingat beberapa kilometer terakhir yang telah dilalui. Terkadang kepala terasa berat dan sering mengangguk. Jika tanda-tanda tersebut muncul, segeralah berhenti dan beristirahat.

Agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah microsleep:

1. Tidur yang Cukup Sebelum Berangkat
Pastikan pengemudi tidur minimal 6–8 jam sebelum memulai perjalanan jauh agar kondisi tubuh tetap prima.

2. Berhenti Jika Mengantuk Berat
Jika rasa kantuk tidak tertahankan, sebaiknya berhenti dan tidur sejenak sekitar 15–30 menit untuk memulihkan kondisi tubuh.

3. Istirahat Setiap 2–3 Jam
Saat perjalanan jauh, berhentilah di rest area atau tempat istirahat setiap 2–3 jam untuk meregangkan otot dan memulihkan konsentrasi.

4. Hindari Berkendara Saat Jam Rawan Kantuk
Biasanya microsleep sering terjadi pada pukul 01.00–05.00 dini hari dan 13.00–15.00 siang, saat tubuh secara alami mengalami penurunan energi.

5. Bergantian Mengemudi
Jika memungkinkan, ajak pengemudi cadangan agar bisa bergantian menyetir selama perjalanan.

6. Konsumsi Minuman Berkafein Secukupnya
Kopi atau teh bisa membantu meningkatkan kewaspadaan, namun jangan dijadikan satu-satunya cara mengatasi kantuk. Ingat, keselamatan lebih penting dari kecepatan sampai tujuan

Sumber: Jawapos.com

Editor : Rinaldi
#microsleep #mudik idulfitri #Jaga Keselamatan Anak