Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hindari 8 Kesalahan Ini agar Daging Kurban yang Dimasak Tidak Alot dan Masih Ada Aroma Amis 

Redaksi • Selasa, 26 Mei 2026 | 08:35 WIB
Ilustrasi daging kurban. (Freepik)
Ilustrasi daging kurban. (Freepik)

RIAUPOS.CO - Iduladha telah tiba, daging kurban melimpah. Agar tidak salah dalam penyimpanan maupun proses memasak, sebaiknya hindari sejumlah kesalahan kecil yang dapat membuat daging kurban menjadi alot, cepat berubah aroma, hingga menurunkan kualitasnya.

Dilansir dalam panduan penyimpanan daging Hello Sehat serta dokumen Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban yang dibuat untuk menjamin bahwa daging kurban yang beredar di masyarakat memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal), dalam penyimpanan sampai teknik memasak harus dilakukan secara benar.

Ada beberapa kebiasaan yang ternyata sering membuat kualitas daging menurun. Hindari 8 kesalahan saat mengolah daging kurban, apa saja?

Baca Juga: Apa Itu Probiotik? Ketahui Pengertian dan Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh, Tak Hanya Bagus untuk Pencernaan
 
1.  Daging dibiarkan terlalu lama di suhu ruang

Setelah pembagian kurban, daging sering dibiarkan begitu saja. Kebiasaan ini terlihat sepele, tetapi suhu ruang yang terlalu lama dapat mempercepat penurunan kualitas daging. 

Ditambah lagi jika cuaca sedang panas dan sirkulasi udara kurang baik. Daging menjadi lebih mudah berbau dan teksturnya cepat berubah.

Baca Juga: Tengku Azwendi Sosialisasi Perda PG4N di Bukit Raya dan Sail
 
2. Daging langsung dicuci sebelum disimpan

Daging langsung dicuci begitu sampai di rumah karena dianggap lebih bersih, padahal, air yang menempel di permukaan daging bisa membuat kelembapan meningkat saat disimpan di lemari es. Kondisi ini memicu pertumbuhan bakteri lebih cepat dan membuat aroma daging berubah.
 
3. Daging hangat langsung dimasukkan ke lemari es

Baca Juga: Komisi III DPRD Pekanbaru Fasilitasi Mediasi Dugaan Kekerasan Siswa

Langsung memasukkan daging yang baru diterima ke lemari es, padahal, suhu daging yang masih hangat dapat memengaruhi suhu di dalam kulkas secara keseluruhan.

Apabila dilakukan dalam jumlah besar, bahan makanan lain di sekitarnya juga ikut terdampak. Sebaiknya daging didiamkan sebentar hingga suhunya lebih stabil sebelum disimpan ke kulkas.
 
4. Menyimpan daging tanpa wadah tertutup

Baca Juga: Memilih Potongan Daging yang Tepat Kunci Utama Kelezatan Hidangan, Kenali 7 Bagian Daging Sapi Kurban Iduladha

Daging yang disimpan terbuka di lemari es lebih mudah terkena udara dingin secara langsung. Akibatnya, bagian permukaan daging menjadi kering dan warnanya perlahan berubah. 

Aroma daging mentah juga bisa menyebar ke bahan makanan lain di dalam kulkas. Karena itu, penggunaan wadah tertutup atau plastik kedap udara cukup penting untuk menjaga kualitasnya.
  
5. Memakai api besar sejak awal memasak

Baca Juga: Ini 8 Manfaat Jus Tomat bagi Tubuh, Kaya Nutrisi Bantu Tingkatkan Daya Tahan Tubuh hingga Baik untuk Mata dan Jantung

Api besar memang membuat proses memasak terasa lebih cepat. Namun pada olahan tertentu seperti gulai, semur, atau rendang, panas berlebih justru membuat serat daging cepat mengeras. 

Daging terlihat matang di luar, tetapi teksturnya masih alot saat dimakan. Memasak perlahan dengan api sedang biasanya membuat hasil lebih empuk.
 
6. Daging yang sudah dicairkan dibekukan ulang 

Baca Juga: Trik agar Bau Prengus dan Amis pada Daging Kurban Hilang Sebelum Dimasak, Coba 6 Cara Berikut Ini

Kebiasaan mengeluarkan seluruh stok daging sekaligus lalu membekukannya kembali masih cukup sering terjadi. Proses beku dan cair berulang bisa merusak serat alami daging. 

Ketika dimasak, teksturnya biasanya terasa lebih keras dan kurang segar. Karena itu, daging sebaiknya dibagi per porsi sejak awal agar tidak perlu keluar-masuk freezer berulang kali.

7. Terlalu sering membolak-balik daging saat dibakar

Baca Juga: Perkuat Fondasi Organisasi, DPD Projo Riau Gelar Konferda 2026 di Pekanbaru

Saat membuat sate atau daging bakar, banyak orang terus membalik daging agar tidak gosong. Padahal, cara tersebut justru membuat cairan alami di dalam daging lebih cepat keluar.

Akibatnya tekstur menjadi lebih kering dan tidak juicy. Membalik daging secukupnya membantu permukaan matang lebih merata tanpa menghilangkan terlalu banyak kelembapan alami.
 
8. Memasak daging langsung dari freezer

Baca Juga: Gerakan Ekoteologi Komunitas Pecinta Lingkungan Kampar Raih Dukungan Dunia Usaha

Daging yang masih membeku di bagian tengah biasanya sulit matang merata. Bagian luar bisa cepat keras sementara bagian dalamnya masih dingin. Kondisi ini juga membuat bumbu lebih sulit meresap.

Untuk hasil yang lebih baik, daging sebaiknya dicairkan perlahan di chiller kulkas sebelum mulai dimasak.

Editor : M. Erizal
#kesalahan #daging alot #daging kurban