JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pecinta film Tanah Air dikejutkan dengan film animasi lokal yang bikin sensasi, JUMBO. Pasalnya Per Ahad (13/4/2025) film yang diproduksi Visinema Studios itu sudah tembus 3 juta penonton bioskop di seluruh Indonesia sejak pertama kali tayang pada momen Idulfitri.
Film animasi ini langsung mencuri perhatian publik, menembus satu juta penonton hanya dalam satu pekan atau 7 hari.
Untuk sementara, film ini berada di peringkat 28 dalam film Indonesia terlaris sepanjang masa. Posisinya bisa saja makin menguat mengingat film animasi ini masih tayang di bioskop-bioskop Indonesia.
Kabar gembira itu disampaikan langsung oleh akun resmi Instagram @visinemaid yang memperlihatkan antusiasme tim kreatif dan para pengisi suara menyambut pencapaian film JUMBO.
Film ini menjadi film animasi tersukses di Indonesia dalam satu dekade terakhir. Semakin spesial karena JUMBO merupakan hasil kerja kolaboratif lebih dari 400 talenta kreatif lokal mulai dari penulis naskah, animator hingga musisi.
Film animasi Indonesia JUMBO hadir sebagai karya terbaru yang mengangkat kehebatan animasi lokal dengan cerita yang menyentuh hati.
Sebagai hasil jerih payah para animator dan kreator Tanah Air, film JUMBO menunjukkan bahwa industri animasi Indonesia semakin berkembang dan mampu menghasilkan karya yang dapat bersaing di kancah internasional.
Dengan kualitas animasi yang memukau, JUMBO tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga memperlihatkan potensi besar dari para profesional kreatif Indonesia.
Sinopsis Film Animasi JUMBO
Don adalah seorang anak laki-laki gemuk yang sering dijuluki Jumbo oleh teman-temannya. Untuk membuktikan bahwa dirinya lebih dari sekadar anak yang selalu kalah dalam segala hal, Don berencana untuk mengikuti pertunjukan bakat lokal dengan menampilkan sebuah sandiwara panggung yang terinspirasi dari buku cerita peninggalan orang tuanya.
Namun, rencananya terhalang ketika seorang pengganggu mencuri buku tersebut.
Saat merasa bingung dan putus asa, Don bertemu dengan Meri, seorang roh kecil yang memohon bantuannya untuk bersatu kembali dengan roh orang tuanya yang terjebak dalam masalah.
Keduanya kemudian memutuskan untuk bekerja sama, memulai sebuah petualangan seru yang penuh tantangan. Dalam perjalanan ini, mereka belajar saling menguatkan dan menghadapi berbagai rintangan.
Seiring berjalannya waktu, Don dan Meri menyadari bahwa persahabatan dan keberanian adalah kunci untuk menyelesaikan masalah mereka.
Mereka belajar untuk tidak menyerah, bahkan ketika segala sesuatunya terasa sulit. Melalui petualangan ini, Don bukan hanya menemukan kembali rasa percaya dirinya, tetapi juga memahami arti penting dari membantu satu sama lain.
Film JUMBO adalah film animasi Indonesia yang menampilkan kisah petualangan seorang anak yang berusaha membuktikan dirinya melalui sebuah pertunjukan bakat.
Film ini mengusung tema tentang keberanian, persahabatan, dan penerimaan diri, dikemas dalam alur cerita yang menarik dan penuh warna.
Disutradarai oleh Ryan Adriandhy dan Chrisnawan Martantion, JUMBO diproduksi oleh Visinema Studios, rumah produksi yang sudah dikenal atas karya-karya animasi berkualitas di Indonesia.
Tercatat bahwa film ini menghadirkan deretan pengisi suara ternama Indonesia. Di antara nama-nama yang terlibat, terdapat Prince Poetiray sebagai pemeran utama, serta Graciella Abigail, Yusuf Ozkan, Ariel NOAH, dan Bunga Citra Lestari yang mengisi peran penting dalam mendukung karakter-karakter di film ini.
Pemilihan aktor suara yang kuat ini diharapkan mampu menghidupkan setiap emosi dan pesan yang ingin disampaikan oleh film.
Selain keunggulan teknis dalam animasi, JUMBO juga mendapat perhatian karena ceritanya yang mengangkat nilai-nilai positif.
Film ini ditampilkan sebagai karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik penontonnya tentang pentingnya kerja sama, kepercayaan diri, dan keikhlasan dalam menghadapi tantangan hidup.
JUMBO diharapkan dapat menjangkau penonton internasional dan menunjukkan kemampuan industri animasi Indonesia di kancah global.
Film ini merupakan bukti nyata bahwa dengan kreativitas dan tekad, karya lokal bisa bersaing secara internasional dan menyampaikan pesan universal yang menyentuh hati.***
Editor : Edwar Yaman