INHIL (RIAUPOS.CO) - Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) konsisten memberikan pelatihan bagi masyarakat pesisir hingga ke perbatasan Indonesia yang akan melakukan penanaman mangrove dalam upaya rehabilitasi mangrove. Pelatihan ini penting karena peran serta masyarakat merupakan kunci keberhasilan percepatan rehabilitasi mangrove.
Karena itu, BRGM melaksanakan pelatihan pemandu sekolah lapangan rehabilitasi mangrove di Kabupaten Indragiri Hilir bekerja sama dengan Pusat Diklat Sumber Daya Manusia Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Pusdiklat SDM LHK).
Kemudian juga Balai Pelatihan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPLHK) Pekanbaru dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten, Penyuluh Kehutanan, Perguruan Tinggi, Praktisi hingga masyarakat tingkat tapak, Kamis (5/9).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Indragiri Hilir Drs Azwi Zarmi MH mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasikan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, Pusat Diklat SDM LHK dan BPLHK Pekanbaru telah menginisiasi dilaksanakannya pelatihan ini. Terutama bagi pemandu sekolah lapangan yang merupakan ujung tombak dalam memandu masyarakat atau kelompok-kelompok masyarakat dalam melaksanakan rehabilitasi mangrove ini khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir ini.
“Diharapkan para pemandu sekolah lapangan yang sudah dilatih ini akan memiliki kualitas yang andal dalam upaya rehabilitasi mangrove secara lebih optimal. Dengan adanya dukungan teknis dari BRGM kami semakin optimistis dalam mencapai target rehabilitasi mangrove di Kabupaten Indragiri Hilir,” katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, pemulihan ekosistem mangrove berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi dampak perubahan iklim. BRGM menggunakan strategi 3M, yaitu Memulihkan, Meningkatkan dan Mempertahankan dalam pelaksanaan kegiatan rehabilitasi mangrove.
“Tujuannya untuk memulihkan kondisi mangrove yang rusak, meningkatkan kerapatan mangrove yang kurang optimal, dan mempertahankan kondisi lanskap mangrove yang masih baik,” sebutnya.
Kepala Sub Kelompok Kerja Sosialisasi dan Pelatihan BRGM Budiyanto menyampaikan, dalam pelaksanaan rehabilitasi mangrove di Provinsi Riau, khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir ini, pihaknya berharap agar peserta yang dilatih dapat menjadi pemandu sekolah lapangan di tingkat tapak. Yang nantinya diharapkan berperan sebagai penggerak kelompok masyarakat.
“Sedangkan pada tahap selanjutnya dapat berperan sebagai pemandu lapangan dan juga mendampingi kegiatan Pendalaman Materi secara Mandiri dalan kegiatan Sekolah Lapang Rehabilitasi Mangrove,” ucap Budiyanto.(gem)
Editor : Rindra Yasin