Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Polres Inhu Bersama SSR Berkomitmen Berperan Aktif Memberdayakan Masyarakat

Raja Kasmedi • Selasa, 11 Februari 2025 | 10:26 WIB

Waka Polres Inhu  Kompol Manapar Situmeang SH SIK MH bersama perwakilan pemerintah daerah serta kelompok tani melakukan penanaman jagung pipil di areal kosong milik PT SSR.
Waka Polres Inhu Kompol Manapar Situmeang SH SIK MH bersama perwakilan pemerintah daerah serta kelompok tani melakukan penanaman jagung pipil di areal kosong milik PT SSR.

RENGAT (RIAUPOS.CO) - Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hulu (Inhu) bersama PT Swakarsa Sawit Raya (SSR)  memanfaatkan lahan kosong di area pabrik untuk dijadikan lahan tanaman jagung pipil. Kegiatan tersebut dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional.

Pelaksanaan penanaman bibit jagung perdana dilaksanakan Senin (10/2). Di mana, areal pabrik berada di Desa Talang Jerinjing, Kecamatan Rengat Barat dan dihadiri berbagai unsur, naik pihak Kepolisian, pemerintah serta kelompok tani daerah itu.

Kapolres Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar SIK MSI melalui Kasi Humas Aiptu Misran SH menyampaikan, kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah.

“Polres Inhu berkomitmen untuk berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat, termasuk dalam sektor pertanian. Pemanfaatan lahan kosong ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dan perusahaan untuk melakukan hal serupa,” ucap Misran.

Dalam tahap awal, lahan seluas satu hektare telah ditanami jagung pipil. Bahkan kedepannya, lahan untuk tanaman bibit jagung pipil disiapkan seluas mencapai dua hektare.

Kedepannya, keberhasilan penanaman bibit jagung pipil akan mampu membuka peluang dan dikembangkan lebih lanjut. “Termasuk juga sektor lain yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakat setempat,” harap Misran.

Kemudian sambungnya, komoditi jagung pipil dipilih dengan alasan memiliki masa panen yang relatif singkat, yakni sekitar empat bulan.  Sehingga memungkinkan hasil panen dapat segera dimanfaatkan oleh kelompok tani lokal.

Di samping itu juga, dengan masa panen yang relatif singkat, diharapkan bisa tiga kali panen dalam setahun. “Semoga dengan penanaman bibit jagung pipil dapat mendukung ketahanan pangan dan dapat mensejahterakan masyarakat,” tambahnya.(gem)

Editor : Arif Oktafian
#Penanaman Jagung #polres inhu #ketahanan pangan nasional #indragiri hulu #PT Swakarsa Sawit Raya