TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Masyarakat di dua kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) resah, karena harimau sumatera sering muncul bahkan memangsa hewan ternak mereka. Di mana baru-baru ini pada hari Ssabtu (24/5/2025) lima ekor hewan ternak warga di Desa Griya Mukti Jaya, Kecamatan Teluk Belengkong ditemukan mati dimangsa harimau.
Sebelumnya di akhir bulan April di Desa Baung Rejo, Kecamatan Pelangiran juga hewan ternak warga ditemukan mati digigit harimau. Keresahan masyarakat ini ditambah karena ditemukan jejak kaki hewan buas tersebut hingga berada di kawasan permukimam warga.
Bahkan perkiraan warga jumlah harimau yang berkeliaran ini lebih dari dua ekor, karena ditemukan beberapa jejak kaki dengan beberapa ukuran sedang dan besar.
Baca Juga: Sejumlah Wilayah di Kota Dumai Kembali Digenangj Banjir Rob, Begini Kata Warga
Menurut salah seorang warga Desa Baung Rejo, Pelangiran bernama Koko Wijanarko, aktivitas hingga nayawa masyarakat saat ini terancam dengan kehadiran hewan bernama latin panthera tigris sumatrae ini. Sebagai masyarakat dia berharap ada perhatian serius dari pemerintah hingga pihak-pihak terkait dalam menangani konflik ini.
"Warga takut berkebun, anak-anak yang pergi dan pulang sekolah juga was-was, tolong segera ditindak lanjuti," harapnya.
Terpisah, Kepala Desa Griya Mukti Jaya, Indra mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Camat dan Polsek Teluk Belengkong untuk menyurati BKSDA Riau.
"Kami sudah koordinasi dengan Camat dan Polsek, kami berharap segera ditindak lanjuti oleh pihak terkait," ucapnya.
Sementara itu Kapolsek Teluk Belengkong Iptu Abdullah Awang mengatakan, di Kecamatan Teluk belengkong baru sekali ini ditemukan kasus hewan ternak dimangsa harimau.
"Ini pertama kali, namun dari cerita warga sebelumnya juga sudah pernah melihat kemunculan harimau," ucap Iptu Awang.
Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora SIK, Ahad (25/5/2025) kepada Riaupos.co memberikan imbauan agar masyarakat selalu berhati-hati dalam beraktivitas.
"Kami menghimbau agar masyarakat selalu berhati-hati dalam beraktivitas,"ucap Kapolres.
Baca Juga: Tante Aniaya Anak Yatim di Tarai Bangun Kampar dengan Sapu dan Rotan Gegara Cucian Tak Bersih
Dia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk pergi berktivitas secara kelompok dan tidak sendirian. Hal ini agar harimau atau bianatang buas lainnya enggan mendekati.
Waktu akvitas harimau diperkirakan mulai dari senja hingga subuh. Sehingga Kapolres juga mengatakan untuk tidak melakukan aktivitas jika tidak terlaku penting.
"Kalau pun beraktivitaa gunakan pakaian mencolok dan selalu sediakan suara-suara seperti lonceng, itu memberi tanda kalau ada manusia sehingga harimau akan menjauh," tambah Kapolres Inhil.
Dia juga berpesan kepada masyarakat jika menemukan jejak kaki segera melaporkan ke pemerintah mulai dari tingkat Desa, Camat hingga ke Polsek.
"Ini supaya bisa langsung dikoordinasikan dengan BKSDA Riau,"tutup Kapolres.(*2)
Editor : Edwar Yaman