TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO)--Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Masyarakat (Gempar) gelar aksi demo di depan Kantor Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Selasa (3/6/2025). Dalam aksi mahasiswa ini menuntut beberapa poin kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Inhil untuk segera mengatasinya sesegera mungkin.
Koordinator lapangan Gempar bernama Jondrawanto dalam orasinya meminta Pemda Inhil optimalisasi fogging sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD).
"Tahun 2025 sudah tercatat 211 kasus DBD dengan 6 orang meninggal dunia, jangan sampai menimbulkam korban jiwa lagi, segera optimalisasi fogging,"katanya.
Dia juga meminta Pemda Inhil merekomendasi penetapan kelapa komodistas industri dan oengaturan tata niaganya.
"Kemudian segera dilakukan penetapan kelapa senagai komoditas unggulan daerah,"ucapnya.
Masa aksi juga meminta Pemda Inhil mengevaluasi perda no 4 tahun 2018 tentang pelaksanaan sistem resi gudang. Selain itu masa aksi juga meminta Pemda Inhil untuk transparansi dalam menangani permasalahan hama kumbang yang diduga berasal dari aktivitas PT PWP.
"Dalam persoalan DBD berbagai upaya sudah kita maksimalkan hingga mengkampanyeka gerakan Menguras, Menutup dan Mengubur (3M)," jelas Rahmi.
Usai menerima penjelasan dan koordinasi masa aksi mahasiswa berlangsung tertib dan damai, serta mendapat apresiasi dari pemerintah daerah atas semangat kepedulian terhadap isu-isu pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Inhil.(*2)
Editor : Edwar Yaman