Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Turun 110 Kasus, Ini Jumlah Stunting di Kabupaten Inhil Tahun 2025

Redaksi • Jumat, 23 Januari 2026 | 19:05 WIB
Wakil Bupati Indragiri Hilir, Yuliantini, memimpin rapat rencana kerja pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Aula Bapperida Kabupaten Inhil, Jumat (23/01/2026).
Wakil Bupati Indragiri Hilir, Yuliantini, memimpin rapat rencana kerja pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Aula Bapperida Kabupaten Inhil, Jumat (23/01/2026).

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Berdasarkan data terbaru, jumlah kasus stunting di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menunjukkan tren penurunan. Tercatat, pada Desember 2024 jumlah kasus stunting mencapai 625 kasus, sementara pada Desember 2025 menurun menjadi 515 kasus.

Dengan penurunan tersebut, upaya penanganan stunting di Kabupaten Inhil mulai menunjukkan hasil positif. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pencegahan dan percepatan penurunan stunting secara berkelanjutan.

Komitmen itu diwujudkan melalui Rapat Rencana Kerja Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting yang digelar di Aula Bapperida Kabupaten Inhil, Jumat (23/01/2026).

Rapat tersebut menjadi forum strategis dalam menyusun langkah-langkah konkret dan terukur guna menekan angka stunting di Inhil.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, tenaga kesehatan, serta para pemangku kepentingan yang terlibat langsung dalam program percepatan penurunan stunting.

Wakil Bupati Indragiri Hilir, Yuliantini, mengatakan bahwa penurunan angka stunting merupakan hasil dari kerja bersama lintas sektor yang selama ini telah berjalan.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat seluruh pihak berpuas diri.

"Kita harus tetap bekerja dan terus berbuat. Dengan pelaksanaan tugas yang maksimal dan terkoordinasi, hasil penurunan stunting akan semakin nyata," tegas Yuliantini.

Ia menambahkan, stunting merupakan persoalan jangka panjang yang membutuhkan komitmen dan konsistensi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar setiap program intervensi dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Dalam rapat tersebut, dibahas sejumlah fokus intervensi, di antaranya penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, peningkatan kualitas gizi masyarakat, optimalisasi peran posyandu, serta penguatan data dan pemetaan wilayah rawan stunting.

Melalui rapat perencanaan ini, Pemkab Inhil berharap tren penurunan angka stunting dapat terus berlanjut pada tahun 2026 dan tahun-tahun berikutnya, sejalan dengan target nasional, demi mewujudkan generasi Indragiri Hilir yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (*2)

Editor : M. Erizal
#Stunting Turun #inhil #stunting inhil #wabup inhil