TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Ratusan kios di kawasan Pasar Rakyat dan Pasar Terapung, Jalan Yos Sudarso, Tembilahan, ludes dilalap api dalam kebakaran yang terjadi Sabtu (27/6) malam. Di tengah musibah tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) bergerak cepat menyiapkan relokasi sementara agar para pedagang dapat kembali beraktivitas.
Kebakaran tersebut diketahui sekitar pukul 23.10 WIB. Api yang muncul dari belakang WC Umum Transtib dengan cepat membesar dan menjalar ke deretan kios.
Tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Inhil, BPBD, Damkar Padupai, Damkar PSMTI, relawan yang mengetahui kejadian tereebut langsung turun melakukan pemadaman. Kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.20 WIB sebelum dilanjutkan proses pendinginan.
Baca Juga: Pemkab Inhil Siapkan Relokasi Pedagang Korban Kebakaran Pasar Terapung Tembilahan
Kapolres AKBP Farouk Oktora SIK melalui Kasat Reskrim AKP Budi Winarko, Ahad (28/6) mengatakan, berdasarkan keterangan dua penjaga malam, Hendri Purnama dan Rafi, saat mereka tiba di lokasi, kobaran api sudah cukup besar sehingga warga bersama petugas berupaya melakukan pemadaman awal.
“Kurang lebih 300 kios di Pasar Rakyat dan Pasar Terapung ludes terbakar. Sebanyak 18 unit sepeda motor milik warga yang diparkir di sekitar Pos Trantib juga hangus. Beruntung tidak ada korban jiwa. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” katanya.
Musibah itu menjadi pukulan berat bagi para pedagang. Ayi, seorang pedagang sayur, mengaku lapak beserta seluruh barang dagangannya habis terbakar. Ia mengatakan, berjualan sayur merupakan satu-satunya sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Baca Juga: Pria Paruh Baya di Tempuling Inhil Diamankan Bersama 280 Gram Sabu
“Kami tak ada usaha lain, cuma jualan di pasar ini untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga,” ujarnya. Kini ia hanya berharap dapat segera kembali berdagang melalui lokasi relokasi yang disiapkan pemerintah. “Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah agar kami bisa berjualan kembali,” harapnya.
Sementara itu, Pemkab Inhil langsung melakukan pendataan terhadap pedagang terdampak. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Inhil Dr Trio Beni P mengatakan, hasil pendataan sementara mencatat 76 lapak pedagang, satu pos trantib, dan satu musala terdampak kebakaran.
Menurut Trio, pemerintah memprioritaskan pendataan korban, menjaga aktivitas ekonomi pedagang tetap berjalan, serta menyiapkan lokasi relokasi sementara. Dalam beberapa hari ke depan, lokasi tersebut ditargetkan sudah dapat digunakan hingga Tempat Penampungan Sementara (TPS) selesai dibangun.
“Target kami dalam beberapa hari ke depan lokasi relokasi sudah bisa digunakan. Sesuai arahan Bupati, seluruh pedagang terdampak akan difasilitasi tempat berdagang sementara hingga TPS selesai dibangun,” ujarnya.
Diketahui bersama, kebakaran yang terjadi pada Sabtu (27/6) malam bukan kali pertama melanda kawasan Pasar Rakyat dan Pasar Terapung Tembilahan.
Sebelumnya, pada 10 Oktober 2025, kawasan perdagangan yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat itu juga dilanda kebakaran hebat. Saat itu sekitar 400 kios hangus dilalap api. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, ratusan pedagang kehilangan tempat usaha dan harus direlokasi sementara.
Baca Juga: 300 Kios Pasar Rakyat dan Pasar Terapung Tembilahan Ludes Terbakar, 18 Motor Ikut Hangus
Belum genap sembilan bulan, musibah serupa kembali terjadi. Kebakaran pada 27 Juni 2026 menghanguskan sekitar 300 kios serta 18 unit sepeda motor milik warga. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Berulangnya kebakaran di kawasan tersebut menjadi perhatian serius karena Pasar Rakyat dan Pasar Terapung merupakan salah satu pusat perdagangan terbesar di Kabupaten Inhil.(*2)
Editor : Arif Oktafian