RENGAT (RIAUPOS.CO) - Puluhan sekolah di berbagai jenjang dalam wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) masih minim sarana penunjang. Buktinya, pada tahun 2026 ini ada sebanyak 57 sekolah diusulkan ke Kementerian Oendidikan Dasar Menengah (Kemendikdasmen) RI untuk dilakukan revitalisasi.
Bahkan, saat ini masih menunggu hasil verifikasi dari pada pihak Kementerian Dikdasmen.
"Ini upaya Pemerintah Kabupaten Inhu untuk mempercepat pemenuhan sarana penunjang di sekolah," ujar Kepala Bidang (Kabid) Sapras SMP pada Disdikbud Inhu, Andrey Arzil, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, pengusulan revitalisasi sekolah tersebut sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan dan ketersediaan sarana penunjang di sekolah. Karena, saat ini untuk mempercepat pembangunan di tingkat sekolah, banyak berharap dari pemerintah pusat.
Hal itu, mengingat terbatasnya kondisi keuangan daerah.
"Pada tahun lalu, dari usulan yang di sampaikan ke Kementerian Dikdasmen, ada sebanyak 29 yang mendapatkan program revitalisasi," ungkapnya.
Sebanyak 57 sekolah yang diusulkan itu, sambungnya, tersebar di 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Inhu. Bahkan, dari 14 kecamatan itu, terbanyak di Kecamatan Batang Cenaku yakni sebanyak sembilan sekolah.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, BPBD Kampar Siaga di Sejumlah Kecamatan
Sekolah yang diusulkan itu mulai dari pendidikan non formal, PAUD, TK, SD dan tingkat SMP.
"Semoga pada tahun ini, sekolah yang diusulkan tersebut lolos verifikasi," harapnya.
Secara rinci, dari 57 sekolah yang di usulkan untuk mendapatkan program revitaliasasi itu yakni, 39 tingkat SD, 10 tingkat SMP, tujuh unit di tingkat PAUD dan satu unit pendidikan non formal. "Program revitalisasi itu, mulai untuk gedung perpustakaan, ruang laboratorium hingga sarana penunjang lainnya," terangnya.(kas)
Editor : Edwar Yaman