Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

AS Tangkap 2 Ribu Mahasiswa dalam Aksi Gaza, Pemilih Muda Biden Diprediksi Melorot

jpg • Sabtu, 4 Mei 2024 | 12:34 WIB
Petugas Patroli Jalan Raya California (CHP) menahan seorang pengunjuk rasa, saat membersihkan perkemahan pro-Palestina.
Petugas Patroli Jalan Raya California (CHP) menahan seorang pengunjuk rasa, saat membersihkan perkemahan pro-Palestina.

NEW YORK (RIAUPOS.CO) – Ribuan orang telah ditangkap selama protes pro-Palestina di puluhan kampus Amerika Serikat. Terbaru, sejak Rabu (1/5) malam hingga Kamis (2/5) pagi, polisi menangkap lebih dari 300 demonstran pro-Palestina. Dengan demikian, totalnya mencapai lebih dari 2.000 orang.

Dilansir dari Associated Press (AP), lebih dari 200 mahasiswa ditangkap di University of California, Los Angeles (UCLA), saat polisi membersihkan perkemahan demonstran. Sementara itu, lebih dari 90 mahasiswa ditangkap di Dartmouth College di New Hampshire.

Lusinan lainnya ditangkap di University of New Hampshire dan University of Buffalo. Di Oregon, polisi bergerak ke perpustakaan sekolah pada Kamis. Lokasi itu telah ditempati para demonstran sejak Senin. Presiden AS Joe Biden mengecam aksi protes tersebut. Dia mengatakan, protes pro-Palestina di kampus-kampus tidak mendorongnya untuk memikirkan ulang kebijakannya di Timur Tengah.

’’Vandalisme, masuk tanpa izin, memecahkan jendela, menutup kampus, memaksa pembatalan kelas dan wisuda, semua ini bukanlah protes damai,’’ kata Biden. Dia menyatakan, demonstran itu mengancam dan mengintimidasi masyarakat. ’’Menimbulkan ketakutan pada masyarakat bukanlah protes damai,’’ ujar Biden.

Dilansir dari Al Jazeera, komentar Biden muncul tak lama setelah polisi menangkap ratusan mahasiswa pengunjuk rasa di UCLA. Polisi juga membersihkan perkemahan yang menjadi benteng para demonstran.

Namun, Biden tidak mengomentari kebijakan universitas atau penggunaan kekerasan oleh polisi. Dia juga tidak mengomentari laporan bahwa demonstran pro-Israel yang telah menyerang demonstran pro-Palestina di perkemahan UCLA minggu ini.

Sebaliknya, dia mengatakan tidak ada tempat di kampus untuk antisemitisme atau ancaman kekerasan terhadap mahasiswa Yahudi. Meski, para demonstran mahasiswa menolak tuduhan bahwa perkemahan mereka anti-Semit atau menimbulkan ancaman.

Omar Wasow, asisten profesor ilmu politik di University of California, Berkeley, menilai dukungan presiden dari Partai Demokrat terhadap Israel, kecaman terhadap protes mahasiswa, serta sikap diam terhadap penangkapan massal dan kekerasan terhadap demonstran dapat memicu sikap apatis generasi muda –bahkan antipati– terhadapnya. ’’Demokrat tidak mampu memberikan lebih banyak alasan kepada masyarakat untuk memilih menentang Biden dan ini benar-benar menjadi sebuah alasan,’’ ujar Wasow kepada Al Jazeera.

Para ahli mengatakan, pemilih muda bisa menjadi kunci bagi prospek Biden dalam pemilu presiden pada November. Biden akan menghadapi pertandingan ulang melawan saingannya pada 2020, yakni Donald Trump dari Partai Republik. Jumlah pemilih yang rendah dapat menimbulkan masalah bagi petahana dari Partai Demokrat itu.

Hasan Pyarali, ketua Kaukus Muslim untuk College Democrats of America –cabang universitas dari Partai Demokrat, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dirinya kecewa dengan komentar Biden.

Dia menambahkan, sangat menyedihkan mendengar Biden mengatakan tidak akan
mempertimbangkan kembali kebijakannya di Timur Tengah sebagai akibat protes mahasiswa. ’’Kami di sini untuk memberitahukan bahwa jika dia tidak mengubah haluan, ada risiko nyata bahwa kita (Demokrat) akan kalah pada 2024,’’ kata Pyarali. (dee/bay/jpg)

Editor : RP Arif Oktafian
#Pro palestina #amerika serikat #aksi bela palestina