Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Beda di Indonesia, Dua Anggota Parlemen Korea Selatan Meminta Maaf karena Tidur saat Rapat

Redaksi • Jumat, 5 Juli 2024 | 22:05 WIB

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Perwakilan Kim Meen Geon dan Choi Soo Jin, dari People Power Party (PPP) meminta maaf pada hari Kamis (4/7).

Kim Meen Geon dan Choi Soo Jin, meminta maaf saat terlihat tertidur saat sidang pleno Majelis Nasional yang dikuasai oposisi pada hari sebelumnya (3/7).
Kim Meen Geon dan Choi Soo Jin, meminta maaf saat terlihat tertidur saat sidang pleno Majelis Nasional yang dikuasai oposisi pada hari sebelumnya (3/7).

Kim Meen Geon dan Choi Soo Jin, meminta maaf saat terlihat tertidur saat sidang pleno Majelis Nasional yang dikuasai oposisi pada hari sebelumnya (3/7).

Insiden ini terjadi, ketika partai mereka sendiri sedang melakukan filibuster sebagai bentuk protes terhadap oposisi utama Democratic Party of Korea (DPK).

Di mana partai tersebut mengajukan rancangan undang-undang yang kontroversial, yang bertujuan untuk mengamanatkan penyelidikan penasihat khusus.

Atas tanggapan militer terhadap kematian seorang marinir, dalam sebuah operasi penyelamatan di daerah yang dilanda banjir pada tahun lalu.

"Saya minta maaf karena telah menimbulkan masalah," kata Choi, yang menjabat sebagai juru bicara PPP, dalam sebuah jumpa pers setelah pertemuan partai.

"Saya kelelahan, jadi tidak bisa menahan diri untuk tidak tertidur selama sesi di mana partai saya meminta bantuan publik."

Dikutip dari The Korea Times, Kim juga mengatakan bahwa dia merasa sangat malu atas kejadian tersebut.

"Saya harus berjaga di Majelis sampai larut malam sebelumnya. Banyak hal yang terjadi secara bersamaan, yang sangat menuntut fisik," ujarnya dalam sebuah wawancara radio.

Pada sesi hari Rabu, Ketua Majelis Nasional Woo Won Shik menerima permintaan DPK untuk menunda RUU tersebut sebelum sesi interpelasi.

Hal ini mendorong partai yang berkuasa, yang hanya memiliki 108 kursi dari 300 anggota Majelis, untuk meluncurkan filibuster.

Kedua anggota parlemen PPP tersebut terlihat tertidur, tepat setelah anggota parlemen Yoo Sang Bum memulai filibuster partai sebagai calon pertama.

Setelah kejadian ini, pimpinan partai menginstruksikan para anggota parlemen untuk keluar selama beberapa menit, jika mereka tidak dapat berkonsentrasi pada sesi tersebut atau merasa akan tertidur.

Sumber: Jawapos.com

Editor : RP Edwir Sulaiman
#tertidur #partai oposisi #minta maaf #Sidang Pleno