Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Fasilitas Nuklir Iran secara Mendadak Dibom Israel, Jenderal dan Ilmuwan Tewas

Redaksi • Jumat, 13 Juni 2025 | 15:34 WIB

 

Israel melancarkan serangan ke fasilitas Iran yang menewaskan jenderal dan ilmuwan.
Israel melancarkan serangan ke fasilitas Iran yang menewaskan jenderal dan ilmuwan.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Iran dan Israel kembali di ambang perang besar. Ini setelah serangan udara dramatis Israel menghantam jantung program nuklir Iran. Serangan Israel ke Iran kembali pecah pada Jumat (13/6/2025) waktu setempat.

Puluhan target militer dan ilmiah dihancurkan, termasuk tokoh-tokoh penting militer dan ilmuwan nuklir Iran. Israel secara mengejutkan melancarkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Iran.

Operasi yang dinamai "Rising Lion" ini disebut menghantam puluhan target vital, termasuk fasilitas pengayaan uranium, pangkalan rudal balistik, serta rumah pribadi para ilmuwan nuklir terkemuka.

 Baca Juga: Dihantam Ombak Besar, Kapal Ferry Tujuan Malaka Putar Balik

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam pidato televisi yang disiarkan secara luas, mengklaim serangan ini sebagai langkah krusial demi kelangsungan hidup Israel.

"Kami menyerang jantung program nuklir Iran. Kami menghantam pusat pengayaan Natanz, program senjata nuklir mereka, para ilmuwannya, dan proyek rudal balistik mereka," klaim Netanyahu.

Netanyahu menyebut bahwa operasi ini akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, dan memperingatkan warga Israel untuk bersiap berlindung dalam waktu lama.

 Baca Juga: Bupati Suhardiman Amby Lantik Mahviyen Trikon Putra Jadi Kadis Dukcapil Defenitif

Serangan ini dilakukan setelah dugaan kuat bahwa Iran mulai memproduksi hulu ledak nuklir aktif, sesuatu yang selama ini menjadi benang merah dan ketakutan bagi Tel Aviv.

Tak tinggal diam, Iran langsung mengancam balasan besar. Ratusan drone dilaporkan telah diluncurkan ke wilayah Israel sebagai serangan balik, menurut keterangan militer Israel.

Sistem pertahanan udara Iran juga diaktifkan secara penuh untuk menghadang gelombang serangan ini.

 Baca Juga: Pengamat Sebut Putusan Wanprestasi Koppsa-M Selamatkan Petani Asli

Dampak serangan Israel sejauh ini mengguncang Iran. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa dua tokoh tertinggi militer, yakni Komandan Garda Revolusi Jenderal Hossein Salami dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, tewas dalam serangan.

Selain itu, dua ilmuwan nuklir papan atas, Fereydoun Abbasi dan Mohammad Mehdi Tehranchi, juga dilaporkan tewas dalam serangan ke rumah mereka.

Abbasi, mantan kepala Organisasi Energi Atom Iran, adalah target yang pernah selamat dari percobaan pembunuhan pada 2010, diduga dilakukan oleh agen Mossad. Tehranchi, seorang fisikawan teoretis, disebut tengah terlibat dalam proyek nuklir tingkat lanjut.

 Baca Juga: Kesepakatan Penyelesaian Konflik Diteken Enam Terduga Pelaku Perusakan Ditangkap

Tragisnya, anak-anak turut menjadi korban, menyusul laporan serangan rudal di kawasan pemukiman Teheran yang menewaskan sejumlah warga sipil.

Ketegangan meningkat pesat. Dunia internasional kini menanti apakah konflik ini akan meluas menjadi perang terbuka antara dua kekuatan besar Timur Tengah. Semoga saja tidak.***

Editor : Edwar Yaman
#fasilitas nuklir iran #Jenderal dan Ilmuwan Iran Tewas #israel serang fasilitas nuklir iran