YERUSALEM (RIAUPOS.CO) - Militer Israel telah mencegat beberapa kapal yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza. Para aktivis di kapal itu sudah diamankan ke Pelabuhan Israel.
Dilansir dari Al Jazeera, setidaknya tiga kapal dari Armada Sumud Global dicegat di 70 mil laut Pantai Gaza. Seluruh rombongan Armada Sumud Global terdiri dari 44 kapal dan sekitar 500 aktivis.
Kementerian Luar Negeri Israel melalui postingan di X membenarkan pemberhentian kapal tersebut. Menurut mereka, penghentian kapal dilakukan dengan aman. Seluruh penumpangnya sudah dipindahkan ke Pelabuhan Israel.
Kementerian tersebut juga membagikan video yang memperlihatkan aktivis Swedia Greta Thunberg yang berada di kapal utama Alma. Aktivis lainnya juga diperlihatkan bahwa kondisinya selamat. Sejauh ini, ada enamkapal telah dicegat oleh angkatan laut Israel. Kapal-kapal tersebut adalah Deir Yassin/Mali, Huga, Spectre, Adara, Alma, dan Sirius.
Sementara itu masih ada kapal yang berlayar. Mereka menuju Palestina untuk mengantarkan bantuan.
Juru bicara armada Saif Abukeshek yang mengatakan, pasukan Israel telah mencegat 13 kapal yang membawa sekitar 200 orang. “Misi kami masih berlangsung. Mereka semua bertekad mengantarkan bantuan,” katanya.
Penumpang Bakal Dideportasi ke Eropa
Para aktivis penumpang kapal yang diamankan militer Israel akan segera dideportasi ke negaranya masing-masing di Eropa. Hal itu diungkapkan Kementerian Luar Negeri Israel, Kamis (2/10).
Pihak Israel memastikan bahwa kondisi para aktivis aman. Tidak ada yang diperlakukan kasar oleh militer. “Para penumpang kapal sedang dalam perjalanan dengan selamat dan damai ke Israel, prosedur deportasi mereka ke Eropa akan dimulai,” ungkap Kementerian Luar Negeri Israel di akun X.
Selain mencegat kapal-kapal pembawa bantuan ke Gaza, Israel juga memutus akses komunikasi dengan kapal-kapal lain.(lyn/gas/jpg)
Editor : Bayu Saputra