Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jika Diserang, Iran Tetap Respons Hantaman dari Wilayah Negara Tetangga Meski Tak Bermusuhan

Redaksi • Minggu, 8 Maret 2026 | 16:30 WIB

 

Presiden Iran Masoud Pezeshkian
Presiden Iran Masoud Pezeshkian

RIAUPOS.CO - Meskipun tidak memiliki perselisihan, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan kalau negaranya akan balas menyerang setiap hantaman yang dilancarkan dari wilayah negara tetangga.

Pezeshkian menegaskan hal itu dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah Iran di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah, Minggu (8/3/2026).

"Jika musuh Iran mencoba menggunakan negara mana pun untuk menyerang atau menyerang tanah kami, kami akan dipaksa untuk menanggapi serangan itu," kata Pezeshkian.

"Menanggapi bukan berarti kami memiliki perselisihan dengan negara itu atau ingin merugikan rakyatnya, kami akan menanggapinya karena kebutuhan," lanjutnya.

Pezeshkian mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk respons yang tidak dapat dihindari jika wilayah negara tetangga digunakan oleh pihak lain untuk menyerang Iran.

Sebelumnya, Pezeshkian juga menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat setelah wilayah mereka terkena serangan Iran.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah pada Sabtu, ia mengatakan Iran akan berupaya menurunkan ketegangan dengan negara-negara di kawasan setelah sepekan terakhir terjadi saling serang rudal dan drone lintas perbatasan.

Permintaan maaf itu muncul setelah sejumlah negara Teluk dilaporkan menjadi sasaran serangan di tengah meningkatnya konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Dalam pidato tersebut, Pezeshkian juga menanggapi tuntutan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang meminta Iran menyerah tanpa syarat.

"Penyerahan tanpa syarat adalah mimpi yang harus mereka bawa ke kubur mereka," kata Pezeshkian.

Pezeshkian juga mengungkapkan bahwa dewan kepemimpinan sementara Iran telah menyetujui kebijakan baru terkait respons terhadap ancaman militer.

Dewan tersebut dibentuk setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan pekan lalu.

Berdasarkan kebijakan baru itu, militer Iran tidak akan menargetkan negara tetangga kecuali jika serangan terhadap Iran diluncurkan langsung dari wilayah negara tersebut.

Laporan Associated Press menyebutkan bahwa serangan Iran pada Sabtu pagi menghantam sejumlah negara Teluk, termasuk Bahrain, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, wilayah yang diketahui menampung pangkalan militer Amerika Serikat.

Serangan itu terjadi ketika Israel dan Amerika Serikat terus melanjutkan operasi udara terhadap Iran.

Editor : M. Erizal
#iran #timur tengah #Iran vs AS #presiden iran