Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

15 Orang Dilaporkan Tewas dalam Serangan Rudal Israel-AS ke Kota Industri Isfahan

Redaksi • Minggu, 15 Maret 2026 | 12:16 WIB

 

Salah satu arsitektur bangunan di Kota Isfahan, Iran.
Salah satu arsitektur bangunan di Kota Isfahan, Iran.
 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sedikitnya 15 orang dilaporkan  tewas dalam serangan rudal Isral-AS di kawasan industri kota Isfahan, Iran tengah. Korban adalah para pekerja yang berada di dalam pabrik saat serangan terjadi.

Serangan Israel-AS tersebut menghantam sebuah pabrik yang memproduksi peralatan pemanas dan pendingin pada Sabtu (14/3/2026), hari kerja di Iran, sperti dilansir Al Jazeera dari kantor berita semi-resmi Fars, yang mengaitkan serangan tersebut dengan pasukan AS dan Israel.

Peristiwa itu terjadi pada hari ke-15 konflik yang menurut Kementerian Kesehatan Iran telah menewaskan sedikitnya 1.444 orang dan melukai lebih dari 18.500 orang sejak serangan AS-Israel dimulai pada 28 Februari.

 Baca Juga: Bakar Kalori Takjil agar Tubuh Tetap Bugar dan Segar, Inilah 5 Olahraga Ringan Bisa Anda Coba setelah Tarawih

Kota-kota di seluruh Iran telah berulang kali menjadi sasaran setelah dimulainya permusuhan. Pada 8 Maret, penembakan merusak konsulat Rusia di Isfahan, melukai staf, dan Moskow menyebut serangan itu sebagai "pelanggaran terang-terangan" terhadap konvensi internasional.

Kementerian Kebudayaan Iran mengatakan bahwa 56 museum dan situs bersejarah telah rusak. Termasuk Lapangan Naqsh-e Jahan, pusat kota Isfahan abad ke-17, dan Istana Golestan di Teheran yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

UNESCO sendiri telah menyatakan sangat prihatin, mencatat bahwa empat dari 29 Situs Warisan Dunia Iran telah terkena dampaknya.

 Baca Juga: Mulai 19-24 Maret, Dishub dan Polres Akan Pantau Mobil Berat yang Lewat, Tidak Boleh Melintas, Kecuali Sembako

Secara terpisah, militer Iran mengkonfirmasi bahwa Brigadir Jenderal Abdullah Jalali-Nasab telah tewas dalam serangan Israel, dan mengatakan bahwa ia telah gugur saat membela negara. Sebelumnya, pasukan AS juga menyerang Pulau Kharg, yang menangani sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran, meskipun seorang pejabat regional mengatakan operasi berjalan normal, dan tidak ada korban jiwa.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengancam akan menargetkan infrastruktur minyak pulau itu jika Teheran terus mengganggu Selat Hormuz. Segala kemungkinan negosiasi tampaknya jauh. Pemerintahan Trump telah menolak upaya regional untuk menengahi gencatan senjata, dengan seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa presiden fokus untuk terus maju.

 Baca Juga: Michael Carrick: Manchester United Menerima Tekanan untuk Kembali ke Liga Champions

“Dia tidak tertarik pada hal itu saat ini, dan kami akan melanjutkan misi tanpa hambatan,” kata pejabat itu.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menunjukkan sikap menantang, dia mengatakan kerangka keamanan AS di kawasan itu "terbukti penuh celah" dan menyerukan negara-negara tetangga untuk "mengusir agresor asing".

Di sisi lain, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan perang memasuki fase yang menentukan, yang akan berlanjut selama diperlukan.

Iran sendiri telah meluncurkan salvo rudal baru ke Israel pada Sabtu (14/3), dengan ledakan terdengar di Yerusalem. Enam gelombang rudal, beberapa di antaranya membawa hulu ledak bom tandan, menghantam wilayah yang luas di negara itu, kata tentara Israel. Di Eilat, dampak amunisi tandan melukai tiga orang, termasuk seorang anak laki-laki berusia 12 tahun.***

Editor : Edwar Yaman
#serangan rudal israel #Isfahan #kota industri