Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Gempur AS dan Israel di Timur Tengah, Ternyata Iran Dapat Bantuan Militer Rusia dan China

Redaksi • Selasa, 17 Maret 2026 | 07:50 WIB

Ilustrasi pasukan Iran
Ilustrasi pasukan Iran

RIAUPOS.CO - Konflik di Timur Tengah kini semakin melibatkan kekuatan global, sehingga berpotensi memperluas ketegangan geopolitik di berbagai kawasan dunia.

Kondisi terbaru, Iran secara terbuka mengakui menerima bantuan militer dari Rusia dan China di tengah perang yang sedang berlangsung melawan Amerika Serikat dan Israel.

Pengakuan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam wawancara dengan saluran televisi MS NOW hingga membuat ketegangan geopolitik di Timur Tengah semakin memanas.

Abbas Araghchi mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari kemitraan strategis yang telah lama terjalin antara Teheran, Moskow, dan Beijing.

“Di masa lalu kami memiliki kerja sama yang erat, dan hubungan itu terus berlanjut hingga sekarang, termasuk di bidang militer,” kata Araghchi, Senin (16/3/2026).

Iran tidak hanya bekerja sama secara militer, kata Araghchi tetapi juga menjalin hubungan luas dengan Rusia dan China dalam sektor politik serta ekonomi.

Iran menegaskan kedua negara tersebut menjadi mitra strategis penting baginya, terutama di tengah meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat dan Israel dalam konflik yang sedang berlangsung di kawasan.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya sempat memberi sinyal bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin mungkin memberikan dukungan kepada Iran sebagai respons atas bantuan militer dan finansial yang diberikan Washington kepada Ukraina.

Dalam wawancara yang sama, Araghchi juga menyinggung kondisi di Selat Hormuz, jalur maritim vital bagi pengiriman energi dunia.

Menurutnya, Iran memang memberlakukan pembatasan selektif terhadap kapal-kapal milik negara yang dianggap bermusuhan.

“Selat itu tidak sepenuhnya ditutup. Kami hanya menutupnya untuk kapal dan tanker milik Amerika Serikat dan Israel,” ujarnya.

Selat Hormuz merupakan jalur utama ekspor minyak global. Memanasnya konflik di kawasan itu bahkan telah mendorong harga minyak dunia melonjak hingga melampaui USD100 per barel.

Hubungan militer antara Iran dan Rusia juga diketahui semakin kuat dalam beberapa tahun terakhir.

Teheran sebelumnya memasok drone Shahed kepada Moskow yang digunakan dalam perang melawan Ukraina.

Selain kerja sama pertahanan, Iran juga memperluas kemitraan ekonominya dengan China.

Pada 2021, kedua negara menandatangani perjanjian strategis selama 25 tahun yang mencakup kerja sama energi serta pasokan minyak jangka panjang.

Editor : M. Erizal
#Abbas Araghchi #Timur Tengah Memanas #Iran vs AS #menteri luar negeri iran