Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Donald Trump Terlalu Pede, Sebut AS Telah Menangkan Perang dan Teheran akan Buat Kesepakatan soal Senjata Nuklir

Redaksi • Rabu, 25 Maret 2026 | 13:42 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Donald Trump percaya diri (pede) menyebut bahwa Amerika Serikat (AS) telah memenangkan perang melawan Iran. Bahkan Presiden AS ini menyebut Teheran kini berada di jalur menuju kesepakatan baru yang akan meniadakan ambisi senjata nuklir.

Dalam pernyataannya di Gedung Putih saat menghadiri upacara pelantikan Menteri Keamanan Dalam Negeri, Markwayne Mullin, Trump menekankan keberlanjutan konflik tidak lagi relevan. Ia menyebut, perang ini telah dimenangkan. Satu-satunya pihak yang ingin terus memperpanjangnya adalah berita palsu. Pernyataan itu memperlihatkan upaya Gedung Putih mengendalikan narasi publik terkait dinamika konflik yang kompleks. Momen tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk menegaskan posisi tawar Amerika Serikat dalam proses diplomasi yang sedang berlangsung.

PernyataanTrump ini mencerminkan eskalasi retorika sekaligus sinyal perubahan arah diplomasi di tengah tekanan militer yang intens. Melansir Gulf News, Rabu (25/3/2026), Trump juga mengklaim adanya kemajuan signifikan dalam proses negosiasi dengan pihak Iran.

"Iran akan membuat kesepakatan. Kepemimpinan baru memberi kami semacam "hadiah" yang menunjukkan bahwa kami berurusan dengan pihak yang tepat," aku Trump. Namun, ia tidak mengungkap identitas tokoh atau kelompok di Iran yang kini terlibat dalam komunikasi tersebut.

Trump menegaskan isu utama dalam negosiasi adalah penghentian program senjata nuklir Iran. Ia menyatakan secara tegas, tidak akan ada senjata nuklir. Iran telah menyetujui hal itu. "Kami berada dalam posisi tawar yang kuat," katanya. Pernyataan ini menjadi indikasi bahwa Washington melihat tekanan militer sebagai alat efektif untuk memaksa konsesi strategis.

Sejumlah analis pun menilai bahwa klaim kemenangan yang disampaikan Trump masih memerlukan verifikasi independen. Mereka menyoroti bahwa situasi di lapangan sering kali lebih kompleks dibandingkan narasi politik yang disampaikan di Washington.

Trump menambahkan bahwa proses negosiasi berlangsung lebih cepat dari perkiraan. "Kami bahkan sudah lebih maju dari target waktu yang ditetapkan. Mereka tidak memiliki angkatan laut, angkatan udara, atau sistem pertahanan rudal. Sebagian besar peluncuran mereka telah kami hancurkan,” ujar Trump, menggambarkan kondisi militer Iran yang menurutnya telah melemah secara signifikan.

Dalam konteks tersebut, Trump mengonfirmasi bahwa pembicaraan langsung dengan perwakilan Iran sedang berlangsung. Ia menyebut AS sedang bernegosiasi sekarang. Iran ingin membuat kesepakatan—dan siapa yang tidak, jika berada dalam posisi mereka? Hampir semua yang mereka miliki telah hilang.

Sementara Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menggambarkan dampak operasi militer Amerika dengan nada yang jauh lebih keras. Ia menyatakan, belum pernah ada militer modern yang dilumpuhkan dan dihancurkan sedemikian cepat dalam skala yang begitu menentukan sejak hari pertama, dengan kekuatan tembakan yang luar biasa.

Pernyataan tersebut menegaskan intensitas serangan yang diklaim Washington sebagai faktor kunci dalam menekan Iran. Secara eksplisit dia mengaitkan operasi militer dengan jalannya negosiasi. "Kami juga bagian dari proses negosiasi ini. Kami bernegosiasi dengan bom. Saat kami terus berada di atas Teheran, Iran dihadapkan pada pilihan atas masa depannya," kata Hegseth. Ini mencerminkan penggunaan tekanan militer sebagai instrumen diplomasi koersif.

Tekanan militer yang digambarkan Washington berpotensi memicu reaksi balik, baik dari dalam Iran maupun aktor regional lainnya. Hal ini menempatkan stabilitas kawasan Timur Tengah dalam posisi yang tetap rapuh meskipun terdapat sinyal deeskalasi.

Sumber: Jawapos.com

Editor : Rinaldi
#kesepakatan #perang iran #donald trump