Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Sekutu Barat Makin Terpecah, Spanyol Kecam Serangan Brutal Israel ke Lebanon 

Redaksi • Jumat, 10 April 2026 | 08:14 WIB
Tim penyelamat bekerja di lokasi serangan Israel di Beirut, Lebanon, 8 April 2026. (Reuters)
Tim penyelamat bekerja di lokasi serangan Israel di Beirut, Lebanon, 8 April 2026. (Reuters)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, mengecam serangan Israel ke Lebanon. Hal itu disampaikannya di parlemen, Kamis (9/4).

Dia menyebut konflik yang melibatkan Iran sebagai ancaman terhadap peradaban global. Kritik internasional negara barat terhadap Israel ini membuat Eropa kian terbelah.

Spanyol tampil sebagai salah satu negara Eropa paling vokal yang mengecam serangan Israel ke Lebanon. "Kita sedang menghadapi serangan terbesar terhadap peradaban yang dibangun atas nilai-nilai kemanusiaan, akal, perdamaian, dan hukum universal," ujarnya mengutip Strait Times.

Baca Juga: Diserang Israel, Satu Prajurit TNI Gugur

Jose Manuel Albares juga menuding Israel melanggar hukum internasional serta kesepakatan gencatan senjata dua pekan yang baru saja diumumkan. Pemerintah Spanyol menilai gelombang serangan udara Israel di Lebanon, yang menewaskan lebih dari 250 orang, sebagai pelanggaran serius terhadap upaya deeskalasi.

Sikap keras Spanyol terhadap konflik ini memperburuk hubungan dengan Amerika Serikat. Sejumlah tokoh dalam lingkaran politik Trump bahkan mendesak agar Washington mengambil langkah tegas terhadap Madrid.

Senator AS Lindsey Graham sempat mengusulkan pemindahan pangkalan militer AS dari Spanyol ke negara lain yang lebih kooperatif.

Baca Juga: Presiden AS Donald Trump Kembali Ancam Iran Bakal Hancurkan Seluruh Negara dalam Satu Malam

Namun Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menyebut serangan Israel ke Lebanon sebagai bentuk 'penghinaan terhadap kehidupan dan hukum internasional'. Ia sebelumnya juga mengkritik keputusan Presiden AS, Donald Trump, yang melancarkan serangan terhadap Iran, dan menyebut konflik tersebut sebagai tindakan 'ceroboh dan ilegal'.

Selain itu, di tengah kritiknya, Spanyol juga mengambil langkah diplomatik dengan membuka kembali kedutaan besarnya di Teheran, sebagai upaya mendorong penyelesaian damai. Langkah ini menuai kecaman dari Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, yang menyebutnya sebagai 'aib abadi' dan menuding Spanyol berpihak pada Iran.

Pedro Sanchez pun juga mendesak Uni Eropa untuk meninjau ulang perjanjian kerja sama dengan Israel, serta mengakhiri 'impunitas atas tindakan kriminal' yang dituduhkan kepada pemerintah Israel. Spanyol bahkan menutup wilayah udaranya bagi pesawat yang terlibat dalam konflik tersebut sebagai bentuk protes.

Baca Juga: Minta Selat Hormuz Dibuka, Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Iran, Seyyed Mehdi Tabatabaei: Ini Bentuk Keputusasaan AS

Di dalam negeri, sikap pemerintah Spanyol mendapat dukungan luas. Survei menunjukkan mayoritas publik menolak perang, sementara dukungan terhadap Partai Sosialis pimpinan Sanchez meningkat.

Kecaman Spanyol muncul di tengah berlanjutnya serangan Israel ke Lebanon, meski ada gencatan senjata antara AS dan Iran. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya menegaskan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan tersebut. Akibatnya, konflik di Lebanon terus berlanjut dan memperparah krisis kemanusiaan.

Sumber: Jawapos.com

Editor : Rinaldi
#sekutu barat terpecah #Spanyol kecam israel #israel serang lebanon