(RIAUPOS.CO) —Gedung Putih kembali menjadi sasaran penembakan. Kantor resmi Presiden AS Donald Trump itu kali ini ditembak pria bersenjata yang bernama Nasire Best. Dia melepaskan tembakan di dekat kawasan Gedung Putih, Washington DC, Sabtu (23/8/2026) malam waktu setempat.
Donald Trump pun memuji tindakan cepat dan profesional anggota Secret Service serta aparat penegak hukum lainnya setelah berhasil melumpuhkan pelaku. Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menyampaikan apresiasi atas respons aparat dalam menangani ancaman keamanan yang terjadi di sekitar persimpangan Pennsylvania Avenue dan 17th Street Northwest.
Menurutnya, tindakan sigap petugas menjadi faktor penting dalam mengendalikan situasi sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas.
Baca Juga: Persiapan Puncak Haji, Jemaah Inhil Bergerak ke Arafah Besok
“Terima kasih kepada Dinas Rahasia dan Penegak Hukum kita yang hebat atas tindakan cepat dan profesional yang diambil malam ini terhadap seorang pria bersenjata di dekat Gedung Putih,” tulis Trump.
Pelaku penembakan diketahui bernama Nasire Best, 21 tahun. Berdasarkan laporan sejumlah media Amerika Serikat, Best memiliki riwayat gangguan kesehatan mental dan sebelumnya beberapa kali berinteraksi dengan aparat Secret Service.
Aktivitasnya di media sosial juga menunjukkan keyakinan bahwa dirinya adalah Yesus Kristus. Insiden bermula ketika Best melepaskan tembakan di area dekat Gedung Putih. Petugas Secret Service kemudian membalas tembakan hingga terjadi baku tembak yang berujung pada tewasnya pelaku.
Baca Juga: Permintaan Genset dan Lampu Darurat di Pekanbaru Melonjak Tajam
Dalam kejadian tersebut, seorang warga sipil dilaporkan turut terkena tembakan dan dilarikan untuk mendapatkan penanganan medis. Kepala Komunikasi Secret Service, Anthony Guglielmi, menjelaskan bahwa pelaku sempat dibawa ke rumah sakit setelah terkena tembakan petugas, namun nyawanya tidak tertolong.
Saat peristiwa berlangsung, Trump berada di dalam Gedung Putih dan sedang menjalankan agenda kenegaraan, termasuk pembahasan terkait upaya diplomatik dengan Iran. Secret Service memastikan presiden tidak terdampak oleh insiden tersebut.***
Editor : Edwar YamanSumber : pojoksatu.id