Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Selat Hormuz Mencekam, IRGC Serang Pangkalan Militer AS, Bentuk Peringatan Serius untuk Washington

Redaksi • Kamis, 28 Mei 2026 | 16:02 WIB
Ilustrasi bendera Iran. (REUTERS/Leonhard Foege)
Ilustrasi bendera Iran. (REUTERS/Leonhard Foege)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang pangkalan militer AS. Serangan ini adalah balasan atas serangan udara Amerika di dekat Bandara Bandar Abbas, Kamis (28/5) waktu setempat.

Serangan IRGC jelas membuat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat di Selat Hormuz. Iran menyebut serangan tersebut sebagai peringatan serius bagi Washington. 

Iran ingin Amerika Serikat tidak melanjutkan agresi militernya di Teluk Persia dan Selat Hormuz. Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita semi-resmi Tasnim, IRGC mengatakan serangan dilakukan pukul 04.50 waktu setempat. Targetnya pangkalan AS yang dianggap sebagai sumber serangan sebelumnya.

Baca Juga: Trump Sebut Iran Akan Hadapi Situasi Buruk jika Kesepakatan dengan AS Tidak Tercapai

"Setelah agresi dini hari oleh tentara Amerika terhadap sebuah titik di pinggiran Bandara Bandar Abbas menggunakan proyektil udara, pangkalan militer Amerika sebagai sumber agresi menjadi target pada pukul 04.50 pagi," demikian pernyataan IRGC.

IRGC memperingatkan bahwa setiap serangan lanjutan dari AS akan dibalas. Mereka siap dengan tindakan yang "lebih tegas dan menentukan".

Selat Hormuz adalah jalur pelayaran vital dunia. Jalur ini menjadi lintasan utama distribusi minyak global dan sering memicu kekhawatiran pasar energi dan keamanan pelayaran.

Baca Juga: Selama Melontar Jumrah, Jemaah Haji Kuansing Mengambil Skema Tanazzul
 
Serangan Iran terhadap fasilitas militer AS terjadi hanya beberapa jam setelah militer Amerika Serikat mengumumkan serangkaian "serangan defensif" terhadap target Iran. Serangan ini untuk membalas serangan sebelumnya.

Washington mengklaim berhasil menembak jatuh empat drone serang satu arah di wilayah Selat Hormuz. Mereka juga menghancurkan satu stasiun kendali darat di Bandar Abbas.

Serangan itu menjadi aksi militer kedua AS terhadap Iran dalam tiga hari terakhir. Ini menandakan eskalasi konflik cepat di wilayah Timur Tengah.

Baca Juga: Hadapi El Nino, Wako Agung Ingatkan Bahaya Membakar Sampah

Meningkatnya serangan antara Iran dan AS memicu kekhawatiran konflik lebih luas di Timur Tengah. Teluk menjadi lokasi banyak pangkalan militer Amerika dan jalur perdagangan energi penting internasional.

Pengamat menilai situasi saat ini sangat sensitif. Kedua negara mulai menunjukkan pola respons militer terbuka dengan waktu berdekatan. Jika eskalasi terus berlanjut, dampaknya tak hanya untuk Timur Tengah. Harga minyak dunia dan stabilitas ekonomi global juga berpotensi terguncang.

Sementara militer Kuwait menyatakan mereka merespons serangan rudal dan drone musuh. Pernyataan ini keluar Kamis kemarin. Iran pun tidak menyebut pasti pangkalan yang jadi target.  Belum jelas apakah insiden di Kuwait terkait langsung dengan klaim serangan Iran. Situasi ini masih diselidiki pihak berwenang. Pihak Amerika Serikat belum beri rincian resmi mengenai dampak serangan yang diklaim IRGC. Informasi resmi masih pending sampai saat ini.

Sumber: Jawapos.com

Editor : Rinaldi
#iran serang pangkalan militer as #irgc #selat hormuz