Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

AS Tembak Tanker di Selat Hormuz, Iran Ancam Perang Bakal Meluas

Tim Redaksi • Jumat, 17 Juli 2026 | 10:11 WIB
Kapal melintasi Selat Hormuz, Iran. Harga minyak dunia, Kamis (11/6/2026) kembali naik setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz menyusul serangan yang dilakukan oleh AS ke sejumlah wilayah Iran. (Al-Jazeera)
Kapal melintasi Selat Hormuz, Iran. (JPG)
 

TEHERAN (RIAUPOS.CO) - Amerika Serikat (AS) mulai menembaki kapal-kapal yang melintas menuju Iran. Satu kapal tanker minyak diserang dengan rudal Hellfire di Selat Hormuz, Kamis (16/7), yang kemudian dibalas dengan gempuran Iran ke pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait.

Mengutip The Guardian, kapal tanker tanpa muatan yang hendak menuju Pulau Kharg itu menjadi sasaran setelah mengabaikan sejumlah peringatan militer AS. Washington DC menyebutkan, operasi tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kebebasan pelayaran di Selat Hormuz. 

Pada saat bersamaan, militer AS juga menggempur pertahanan pantai, lokasi rudal, serta sejumlah sasaran di Teheran, Bandar Abbas, Pulau Qeshm, dan Sirik. Serangan Amerika juga menjangkau sejumlah wilayah lain. Middle East Eye melaporkan, terjadinya ledakan di Chabahar, Konarak, Rask, Khondab, Khorramabad, dan Semnan.

Baca Juga: AS Blokade Pelabuhan Iran, Harga Minyak Naik

Direktur Jenderal Kantor Keamanan dan Penegakan Hukum Provinsi Semnan Mahmoud Ghodrati memastikan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. “Area permukiman tidak menjadi sasaran,” ujarnya.

Iran merespons melalui fase ke-10 Operasi Petir. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan, telah menyerang sistem radar peringatan dini C-RAM di Pangkalan Ali Al-Salem dan Kuwait. Selain itu, diserang pula sistem komunikasi dan radar di Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain.

Mengutip Al Jazeera, Juru Bicara Militer Iran Mohammad Akraminia memperingatkan, perang dapat meluas apabila serangan Amerika terus berlanjut. “Jika agresi Amerika berlanjut, perang akan meluas ke arena baru. Sebagian besar kemampuan angkatan bersenjata kami belum ditunjukkan,” katanya.

Baca Juga: Iran Hanguskan Depot BBM Pangkalan Militer AS 

Meski mengeluarkan ancaman tersebut, Akraminia menegaskan, Iran tidak berniat berkonfrontasi dengan negara-negara tetangganya di Timur Tengah. Menurut dia, Teheran tetap mengedepankan hubungan persaudaraan dengan negara-negara kawasan.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump kembali mendesak Teheran menerima kesepakatan yang ditawarkan Washington. Namun, Iran menegaskan, tidak akan lagi terikat pada nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan AS yang telah diteken sebelumnya apabila Washington terus mengabaikan isi kesepakatan tersebut.

“Jika Iran tidak memperoleh manfaat apa pun dari nota kesepahaman ini, kami tidak punya alasan untuk mematuhinya,” ujar Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.

Alihkan Fokus

Sementara itu, pengamat Timur Tengah BRIN Nostalgiawan Wahyudi menilai, saat ini AS memang tengah mengalihkan fokus dari isu pengembangan nuklir Iran. Pergeseran perhatian itu disebut terjadi setelah kemampuan nuklir Iran dinilai belum mencapai tahap yang mengkhawatirkan, sementara Selat Hormuz menawarkan kepentingan geopolitik dan ekonomi yang lebih besar.

“Saya kira Iran sangat mengetahui itu dari awal. Selain dia bisa mengontrol politik di Timur Tengah melalui Selat Hormuz, yang kedua, itu merupakan sumber keuntungan yang sangat luar biasa dan ini tengah dilirik oleh Amerika Serikat,” paparnya.(lyn/mia/ttg/jpg)

 

Editor : Arif Oktafian
iran amerika serikat selat hormuz as