BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Tim gabungan dari BPBD Kampar bersama TNI, Polri, dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kampar berhasil memadamkan dua titik kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, dalam dua hari berturut-turut. Total lahan yang terbakar mencapai hampir tiga hektare.
Kepala Pusdalops Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kampar Adi Candra Lukita menjelaskan, bahwa kebakaran pertama terjadi pada Rabu (5/11/2025) sekitar pukul 13.56 WIB di Desa Salo. Api membakar lahan milik masyarakat seluas sekitar 0,78 hektare dengan jenis vegetasi semak belukar di lahan mineral gambut.
“Jenis kebakaran yang terjadi merupakan surface fire dan ground fire. Namun berkat kerja cepat tim gabungan, api berhasil dipadamkan dan dilakukan pendinginan di lokasi,” ujar Adi Candra.
Dalam operasi pemadaman, tim menggunakan 1 unit mobil double cabin (R4), 1 unit sepeda motor (R2), 1 unit mesin Kohler, sejumlah gulungan selang air, serta drone milik BPBD untuk pemantauan udara. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, dan api dinyatakan padam sepenuhnya.
Sehari berselang, kebakaran kembali terjadi pada Kamis (6/11/2025) sekitar pukul 12.06 WIB di wilayah Desa Salo Timur, tepatnya di perbatasan dengan Desa Ridan Permai. Lahan yang terbakar merupakan lahan mineral milik masyarakat dengan luas mencapai 2,8 hektare.
“Cuaca di lokasi cerah berawan dan tidak ada sumber air di sekitar area terbakar, sehingga menjadi kendala utama di lapangan. Namun tim tetap berhasil memadamkan api,” jelas Adi Candra.
Operasi pemadaman melibatkan BPBD Kampar, Dinas Damkar dan Penyelamatan, TNI, Polri, serta perangkat desa setempat. Setelah api padam, petugas masih menemukan beberapa titik asap dan memasang garis polisi (police line) untuk keperluan penyelidikan oleh pihak Gakkum.
Berdasarkan laporan BMKG, kondisi cuaca di Kabupaten Kampar pada Kamis (6/11/2025) tercatat cerah berawan dengan suhu antara 25–30°C, kelembapan 70%, dan kecepatan angin sekitar 6 km/jam dari arah timur.
Sementara itu, hasil pemantauan kualitas udara (AQMS/ISPU) menunjukkan nilai ISPU 83 (kategori sedang) dengan parameter kritis PM 2.5. Meski tidak terdeteksi adanya titik panas (hotspot) di wilayah Kampar, BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran lahan, mengingat kondisi cuaca masih fluktuatif.
BPBD juga mengeluarkan peringatan dini adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Kampar. (kom)
Editor : M. Erizal