BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Dua pintu pelimpahan (spillway gatel) Waduk PLTA Koto Panjang masih dibuka masing-masing setinggi 50 sentimeter hingga Kamis (1/1/2026).
Kebijakan ini diambil menyusul masih tingginya intensitas hujan di wilayah hulu waduk yang menyebabkan elevasi air mencapai 80,50 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, menjelaskan bahwa pembukaan spillway dilakukan karena Tinggi Muka Air (TMA) waduk atau elevasi aktual telah melampaui elevasi Rencana Tindak Operasi Waduk (RTOW) 2025 dalam waktu singkat.
Ia menambahkan, keputusan pembukaan spillway tersebut telah melalui pembahasan Tim Koordinasi Bendungan PLTA Koto Panjang dalam rapat yang digelar pada Senin (29/12/2025) dan sesuai dengan prosedur early release yang berlaku.
"Selain faktor kenaikan elevasi waduk, kondisi operasional PLTA Koto Panjang saat ini juga menjadi pertimbangan. Saat ini, hanya dua unit turbin yang dapat dioperasikan dengan beban masing-masing 38 MW," jelas Dhani.
Dhani menambahkan, dengan kondisi tersebut, kapasitas outflow turbin maksimal hanya mencapai 230 meter kubik per detik (m³/detik), lebih rendah dibandingkan saat tiga unit turbin beroperasi yang mampu mengalirkan hingga 348 m³/detik. Terdapat selisih outflow sekitar 118 m³/detik.
"Dengan curah hujan yang masih tinggi di wilayah hulu dan potensi peningkatan inflow dalam beberapa hari ke depan, sementara kemampuan outflow turbin terbatas, Tim Koordinasi menyepakati dilakukannya early release melalui pembukaan dua pintu spillway masing-masing 50 sentimeter," jelasnya.
Pihak PLTA Koto Panjang juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait serta melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan debit air untuk mengantisipasi potensi dampak di wilayah hilir Waduk Koto Panjang.
Editor : Rinaldi