KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Sudah hampir dua pekan, dua pintu pelimpahan (spillway) Waduk PLTA Koto Panjang masih dibuka dengan ketinggian masing-masing 50 sentimeter. Hingga Senin (12/1/2026) pukul 19.00 WIB, elevasi waduk tercatat berada di posisi 81,61 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, menjelaskan bahwa pembukaan dua pintu spillway tersebut masih dipertahankan seiring tingginya curah hujan yang memengaruhi volume air masuk ke waduk.
Berdasarkan data operasional pada pukul 19.00 WIB, outflow turbin tercatat sebesar 340,19 meter kubik per detik (m³/s), sementara outflow spillway 2 x 50 cm sebesar 146,28 m³/s. Inflow waduk mencapai 486,47 m³/s, dengan total outflow sebesar 486,47 m³/s.
Sebelumnya, pada pukul 07.00 WIB, elevasi waduk berada di angka 81,60 mdpl. Saat itu, outflow turbin sebesar 337,10 m³/s, outflow spillway 146,28 m³/s, dan inflow waduk 483,38 m³/s. Total outflow tercatat sebesar 483,38 m³/s.
Kemudian pada pukul 13.00 WIB, elevasi kembali berada di level 81,61 mdpl dengan outflow turbin 337,74 m³/s, outflow spillway 146,28 m³/s, serta inflow waduk 484,02 m³/s. Total outflow pada jam tersebut mencapai 484,02 m³/s.
Dhani menegaskan, pengelolaan debit air dilakukan secara cermat untuk menjaga keseimbangan antara inflow dan outflow waduk agar tetap aman bagi wilayah hilir.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukitas menyampaikan, bahwa kondisi Sungai Kampar, Sungai Subayang, dan Sungai Tapung masih bersifat fluktuatif, tergantung pada intensitas hujan di daerah hulu.
“Walaupun saat ini intensitas hujan cukup tinggi, namun belum memberikan dampak signifikan terhadap kenaikan muka air Sungai Kampar, Sungai Subayang, maupun Sungai Tapung,” jelas Adi Candra.(kom)
Editor : Edwar Yaman