Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Wisatawan Asing Berbikini di Danau Rusa Tuai Sorotan, Tokoh Adat Kampar Minta Konsep Pariwisata Diperjelas

Kamaruddin • Selasa, 10 Februari 2026 | 13:47 WIB
Tokoh adat Kampar Sawir Datuk Tandiko
Tokoh adat Kampar Sawir Datuk Tandiko

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Aksi wisatawan mancanegara yang mengenakan bikini di objek wisata Danau Rusa, kawasan PLTA Koto Panjang, menuai sorotan tajam tokoh adat Kampar.

Peristiwa yang viral di media sosial itu dinilai bertentangan dengan norma agama dan adat setempat, sekaligus memicu desakan agar pemerintah daerah memperjelas konsep pengembangan pariwisata di Kabupaten Kampar. Aksi tersebut dinilai tidak sejalan dengan norma agama dan budaya masyarakat setempat.

Salah seorang tokoh adat Kampar, Sawir Datuk Tandiko, meminta pemerintah daerah, khususnya Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar, segera memperjelas konsep pengembangan pariwisata agar tidak menimbulkan gesekan sosial di tengah masyarakat.

Datuk Tandiko menegaskan bahwa secara pribadi maupun atas nama lembaga adat, dirinya tidak pernah menolak kehadiran wisatawan, termasuk turis asing.

Bahkan, ia mengakui kedatangan wisatawan mancanegara ke Danau Rusa menunjukkan besarnya potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Kampar.

“Intinya kami selaku tokoh adat tidak pernah menolak wisata. Bahkan saya mendukung agar wisata kita berkembang dan memberi manfaat ekonomi bagi anak kemenakan,” ujar Datuk Tandiko kepada awak media, Selasa (10/2/2026).

Meski demikian, ia menekankan bahwa pengembangan pariwisata di Kampar tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Menurutnya, Kampar memiliki karakteristik kuat sebagai daerah religius yang lekat dengan tradisi adat, suluk, dan ziarah.

“Kalau ingin mengembangkan wisata, tentu harus melihat kondisi daerah. Tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Daerah kita ini daerah beradat dan beragama,” tegasnya.

Datuk Tandiko menyayangkan apabila demi meningkatkan kunjungan wisatawan, nilai-nilai lokal justru diabaikan. Ia menilai pengembangan pariwisata harus selaras dengan identitas Kampar sebagai daerah religius.

Terkait insiden wisatawan berbikini tersebut, ia menyoroti kinerja Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar yang dinilai belum memiliki konsep pengembangan wisata yang matang dan terarah.

“Selama ini hanya mengembangkan saja, tapi tidak ada konsep yang jelas. Apa objeknya, siapa sasarannya? Jangan asal orang datang saja,” tuturnya.

Ia menyarankan agar pemerintah daerah menetapkan aturan yang jelas, termasuk pengelompokan atau pembatasan aktivitas wisata tertentu, apabila memang ingin menyasar wisatawan mancanegara, tanpa mempertontonkan perilaku yang bertentangan dengan norma di ruang publik.

“Bagaimana kita membungkus wisata tanpa mengabaikan kearifan lokal. Jangan dibuka begitu saja. Kita ini punya agama dan adat. Kalau dibiarkan, ini bisa menjadi contoh yang tidak baik ke depan,” tambahnya.

Datuk Tandiko berharap ke depan Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar dapat menyiapkan sarana, prasarana, serta regulasi yang sejalan dengan citra Kampar sebagai Serambi Mekkah-nya Riau.

“Harapan kita, Dinas Pariwisata menyiapkan konsep yang sesuai dengan norma. Baik wisata alam maupun wisata religi, semuanya harus jelas aturannya agar tidak terjadi gesekan di tengah masyarakat,” pungkasnya.(kom)

 

Editor : Edwar Yaman
#danau rusa #objek wisata #plta koto panjang #dinas pariwisata kampar