KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang dipicu fenomena El Nino Godzilla, khususnya suhu ekstrem dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Pelaksana BPBD Kampar melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menjelaskan bahwa saat ini status siaga darurat karhutla di wilayah Kampar masih berlaku hingga 30 November 2026. Langkah antisipasi telah dilakukan sejak awal tahun, termasuk pemasangan rambu peringatan di sejumlah kecamatan rawan.
“Kami sudah melakukan berbagai upaya mitigasi, mulai dari pemasangan rambu-rambu peringatan hingga edukasi dan pelatihan kepada masyarakat. Kegiatan ini masih terus berjalan hingga sekarang,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Baca Juga: Kakanwil Kemenkum Riau Tekankan Komitmen Raih Predikat WBBM
Menurutnya, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kering diperkirakan terjadi pada Juni 2026. Meski demikian, masyarakat diminta untuk tetap waspada sejak dini karena perubahan cuaca bisa terjadi lebih cepat atau mundur dari perkiraan.
“Awalnya diprediksi April, kemudian mundur ke Mei. Artinya potensi tetap harus kita waspadai dari sekarang,” jelasnya.
Adi menambahkan, ancaman utama tahun ini bukan hanya kemarau panjang, tetapi juga suhu ekstrem yang diperkirakan bisa mencapai di atas 35 derajat Celsius. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan penguapan air secara signifikan, sehingga mempercepat terjadinya kekeringan.
Baca Juga: Pemprov Usulkan 13 Sapi Calon Kurban Presiden di Riau
“Dengan suhu 35 hingga 37 derajat saja, dalam waktu kurang dari 15 hari kondisi sudah bisa sangat kering. Apalagi untuk wilayah daratan seperti Kampar yang banyak perbukitan dan minim resapan air,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam kondisi suhu tinggi, lahan dapat menjadi sangat kering hanya dalam waktu 3–4 hari, sehingga meningkatkan risiko kebakaran jika terjadi pemicu api.
“Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Api sangat mudah menyebar dalam kondisi seperti ini,” tegasnya.
Baca Juga: Temui Menhut, Bupati Kuansing Suhardiman Amby Usulkan Skema TORA Dalam Penyelesaian Persoalan Lahan
Selain potensi karhutla, BPBD juga mewaspadai kemungkinan bencana lain seperti banjir akibat luapan air serta kekeringan di beberapa wilayah.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diminta mulai melakukan upaya penyimpanan air, seperti membuat sumur resapan di rumah maupun embung di wilayah perkebunan.
“Kami terus mengedukasi masyarakat agar mulai menyiapkan sumber cadangan air. Ini penting untuk kebutuhan hidup sehari-hari, terutama saat kondisi ekstrem terjadi,” tambahnya.
Baca Juga: Peringati Hari Otonomi Daerah, Sekdaprov Tekankan Pentingnya Sinergi Pusat dan Daerah
BPBD berharap dengan kesiapsiagaan sejak dini, dampak bencana yang mungkin terjadi dapat diminimalisir. (kom)
Editor : M. Erizal