KAMPAR (RIAUPOS CO) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar memastikan kondisi bencana hidrometeorologi di wilayah Kampar hingga Jumat (8/5/2026) sore dalam keadaan aman dan terkendali.
Meski tidak ada laporan kejadian bencana, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita mengatakan, berdasarkan laporan harian BPBD, tidak terdapat kejadian bencana di Kabupaten Kampar pada hari ini.
Baca Juga: Lanjutan Kerja Sama Unri–Aichi Kaiun, Mahasiswa Agroteknologi Unri Paparkan Progres Riset
Namun, berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, sejumlah wilayah di Kampar berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem tersebut meliputi Kecamatan XIII Koto Kampar, Kuok, Kampar Kiri, Kampar Kiri Hulu, Tapung Hilir, Tapung Hulu, dan Koto Kampar Hulu.
“Karena itu, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” ujar Adi Candra.
Baca Juga: Cegah Narkoba dan Penipuan, Lapas Bagansiapiapi Libatkan TNI-Polri dalam Razia
BPBD juga mencatat kondisi cuaca di Kabupaten Kampar berada pada suhu 25–27 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 87 persen. Kecepatan angin terpantau sekitar 5,7 kilometer per jam dari arah tenggara, sedangkan jarak pandang mencapai 9 kilometer.
Selain itu, BPBD memastikan tidak ditemukan titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Kampar.
Sementara itu, berdasarkan data AQMS/ISPU Kabupaten Kampar pada pukul 08.00 WIB, kualitas udara berada pada kategori sedang dengan nilai ISPU 91 dan parameter kritis PM2,5.
Baca Juga: Guru Besar IPB Prof Bambang Hero Sebut Perusakan Mangrove Ancam Kedaulatan dan Keamanan Global
BPBD turut menyampaikan perkembangan kondisi Waduk PLTA Koto Panjang. Hingga pukul 13.00 WIB, elevasi waduk tercatat berada di angka 82,09 mdpl, dengan outflow turbin sebesar 191 meter kubik per detik dan inflow waduk pada angka yang sama.
BPBD mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca serta segera melapor apabila terjadi kondisi darurat atau potensi bencana di lingkungan masing-masing. (kom)
Editor : M. Erizal