BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Upaya nyata dalam mendongkrak roda perekonomian masyarakat perdesaan berbasis potensi lokal terus digalakkan oleh akademisi. Kali ini, Tim Pengabdian Dosen bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (Unri) sukses menginisiasi program pemanfaatan limbah lidi sawit melalui sentuhan teknologi tepat guna di Desa Kuapan, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Rabu (24/6). Langkah strategis ini diwujudkan lewat skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun 2026. Program ini didanai langsung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Ketua Tim Pengabdian sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Rahmat Junaidi SE MM mengungkapkan bahwa esensi utama dari program ini adalah mentransfer teknologi modern ke tingkat akar rumput. Dalam agenda tersebut, tim menyerahkan bantuan fasilitas produksi berupa mesin peraut pembersih lidi sawit serta mesin jahit kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sentra Kreatif.
’’Bantuan ini merupakan komitmen kami dalam mengupayakan hilirisasi limbah perkebunan menjadi komoditas bernilai ekonomis tinggi. Selama ini lidi sawit sering kali dianggap sampah, padahal jika diolah dengan benar, bahan baku ini bisa disulap menjadi piring anyaman, tas premium, hingga berbagai kerajinan tangan estetik yang memiliki potensi pasar menjanjikan,’’ ujar Rahmat Junaidi kepada Riau Pos, Kamis (25/6).
Baca Juga: Kampar Masih Aman, BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat
Penyerahan alat dan teknologi ini disambut penuh antusias oleh warga setempat. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut anggota tim pengabdian dosen lainnya, yakni Bunga Chintia Utami SIP ME dan Pebriandi SHut MSi bersama mahasiswa Kukerta DPPM Unri. Kehadiran mesin peraut mekanis tersebut diharapkan mampu memangkas waktu persiapan bahan baku secara signifikan. Jika sebelumnya pembersihan lidi dilakukan secara manual dan memakan waktu lama, kini proses produksi dijamin menjadi jauh lebih rapi, efisien, dan hemat tenaga. Sementara itu, bantuan mesin jahit akan difungsikan khusus sebagai instrumen krusial dalam tahap akhir (finishing) pembuatan kerajinan tas kombinasi lidi sawit.
Apresiasi mendalam turut disampaikan oleh Kepala Desa Kuapan Limasnur SSos. Dirinya menyebut, intervensi teknologi dari civitas akademika Unri ini menjadi angin segar bagi pengembangan industri kreatif di wilayahnya. ‘’Kehadiran alat-alat produksi ini adalah sarana pendukung penting yang sudah lama dinantikan warga. Atas nama desa, kami sangat berterima kasih karena program ini membuka peluang kerja baru sekaligus menjadi fondasi kuat bagi peningkatan ekonomi kreatif di Desa Kuapan,’’ tutur Limasnur.
Baca Juga: Hari Perdana MTQ Ke-44 Riau, 40 Peserta Terbaik Kafilah Kampar Mulai Bertanding
Tidak berhenti pada penyerahan perangkat mekanis saja, komitmen Tim Pengabdian Unri ini juga dirancang secara komprehensif dan berkelanjutan. Pasca-penyerahan alat, para pelaku usaha mikro di bawah bendera KUB Sentra Kreatif akan mendapatkan pendampingan intensif jangka panjang. Pendampingan tersebut mencakup fasilitasi pengurusan legalitas usaha formal, pelatihan manajemen keuangan kelompok, penyusunan rencana bisnis (business plan), hingga teknik pemasaran digital (digital marketing) agar produk kerajinan khas Kampar ini mampu menembus pasar yang lebih luas.(nto/c)
Editor : Arif Oktafian