SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Arus balik pasca mudik Idulfitri 1445 Hijriah di Pelabuhan Domestik Tanjung Harapan, Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, mulai terpantau padat pada Ahad (14/4/2024) siang.
Kembali seperti pengaturan pada puncak arus mudik belum lama ini, petugas gabungan tetap menggunakan pola buka tutup di sejumlah koridor masuk dan keluar pelabuhan.
Dari pantauan Riau Pos di lapangan, dengan pola tersebut tampak aktivitas pelabuhan tergolong normal sehingga tidak tampak penumpukan penumpang, melainkan hanya antrean turun naik dari setiap koridor.
Petugas gabungan terdiri dari, operator pelabuhan, KSOP, Kepolisian, TNI, KKP, dan Petugas Dinas Perhubungan, memperketat penjagaan koridor pertama yang berada di pintu masuk dan keluar terminal, trestel, pintu dermaga, hingga pintu armada.
Petugas Lalu Lintas Laut KSOP Selatpanjang Ade Kurniawan mengaku pergerakan penumpang di Pelabuhan Tanjung Harapan mulai terpantau meningkat dari beberapa hari lalu.
"Meningkat dari beberapa hari lalu seperi, H+1, H+2, hingga H+3 atau tiga hari setelah penetapan arus balik pasca idul fitri. Hari ini memasuki H+4 meningkat karena sudah memasuki hari kedua jelang usainya libur nasional," ujarnya.
Walaupun demikian, aktivitas arus balik terpantau aman dan terkendali karena jauh sebelum prediksi peningkatan arus mereka telah melaksanakan persiapan. Langkah tesebut dilakukan untuk meminimalisir potensi penumpukan.
Karena memang menurutnya, puncak arus balik di Pelabuhan Tanjung Harapan bakal berlangsung dua hari sebelum libur selesai, yakni jatuh pada H+3 Ahad 14 April 2024 dan belanjut pada H+4 15 April 2024 mendatang.
Karena itu jauh dari hari ini, ia mengaku telah mengimbau kepada calon penumpang bisa menghindari tanggal-tanggal puncak arus balik seperti hari ini.
Tujuannya, guna mengurangi kepadatan arus penumpang di Pelabuhan Tanjung Harapan untuk menghindari kepadatan dan penumpukan.
"Saat arus balik, ada baiknya memilih tanggal alternatif lain, agar perjalanannya nyaman," ujarnya.
Laporan: Wira Saputra (Selatpanjang)
Editor : RP Edwir Sulaiman