Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

2025, Jembatan Panglima Sampul Dibangun dengan Anggaran Rp94 Miliar

Wira Saputra • Selasa, 2 Juli 2024 | 19:58 WIB
Kondisi terkini Jembatan Panglima Sampul Pasca Ambruk belum lama ini.
Kondisi terkini Jembatan Panglima Sampul Pasca Ambruk belum lama ini.

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau akan menggesa design detail engginering (DED) Jembatan Panglima Sampul pascaambruk belum lama ini.

Kepala Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau, M Arief Setiawan mengatakan, pembangunan jembatan sudah menjadi atensi Pj Gubernur Riau.

Di mana saat kunjungan kerja ke Kepulauan Meranti, Pj Gubernur Riau sudah berjanji untuk pembangunan jembatan Panglima Sampul dimasukkan di APBD 2025.

Penjabat Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto yang meminta agar jembatan yang menghubungkan beberapa kecamatan di Kepulauan Meranti itu segera dibangun. Sebab, kondisi jembatan yang roboh tidak mungkin diperbaiki lagi.

"Untuk revisi DED-nya kami masukkan di APBD perubahan 2024. Karena sebelumnya kan sudah ada DED-nya, jadi itu yang kami revisi," ujarnya.

Setelah itu, mereka berencana mengalokasikan anggaran tidak kurang Rp94 miliar untuk pembangunan fisik Jembatan Panglima Sampul, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti pada 2025 mendatang.

"Pembangunan Jembatan Panglima Sampul di Kepulauan Meranti anggarannya kita masukan di APBD Riau tahun 2025 sebesar Rp94 miliar," ujar Kepala Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau, M Arief Setiawan, Kemarin (1/7/2024).

Sebelumnya, Pj Gubri SF Hariyanto di hadapan Plt Bupati Kepulauan Meranti, Asmar saat penyerahan SK PPPK tenaga guru di lingkungan Pemprov Riau penempatan Kabupaten Kepulauan Meranti berjanji jika pembangunan Jembatan Panglima Sampul dimasukkan di APBD Riau 2025.

Jembatan Panglima Sampul merupakan penghubung Desa Alai dengan Desa Gogok Darussalam roboh. Jembatan itu juga merupakan akses terdekat menuju kota ataupun sebaliknya. Jembatan tersebut terletak di Sungai Perumbi Kecamatan Tebingtinggi Barat.

"Jembatan Panglima Sampul yang roboh itu saya sudah janji ke pak Bupatu akan dibangun tahun 2025. Sebab saya ditanya terus, karena beliau takut tidak masuk di anggaran 2025," kata Pj Gubri.

Pj Gubri menyatakan, jembatan ini merupakan akaes utama masyarakat. Apalagi jembatan itu tidak hanya masyarakat Kecamatan Tebingtinggi Barat yang menggunakan, tapi juga tiga kecamatan lain seperti Pulau Merbau, Merbau dan Tasikputri Puyu pun memanfaatkannya.

"Jadi Insya Allah tahun depan jembatan itu saya kerjakan pembangunan. Karena saya prihatin sekali, kok bisa jembatan itu roboh. Memang saya lihat itu tiang jembatan kecil-kecil," sebutnya.

Diketahui, Jembatan Panglima Sampul ini dibangun sekitar tahun 2002 saat Kepulauan Meranti masih jadi bagian dari Kabupaten Bengkalis. Sejak dibangun itu, tidak ada pemugaran atau perawatan. Sementara aktivitas padat di atasnya.

Pasca jembatan ambruk, warga harus memutar 5 desa untuk sampai ke kota. Yang biasanya dari Desa Alai langsung ke Desa Gogok, kini harus melintasi Desa Batangmalas, Tenan, Maini Darul Aman, Mantiasa kemudian baru ke Desa Gogok.

Selisih jalan yang harus dilintasi selama 1 jam perjalanan normal. Ini merupakan akses alternatif satu-satunya jika hendak ke kota di Selatpanjang.

Saat ini masyarakat menggunakan kempang untuk penyeberangan. Sebab jembatan yang sebelum menjadi penghubung sudah roboh.

Laporan: Wira Saputra (Selatpanjang)

Editor : RP Edwir Sulaiman
#Jembatan Panglima Sampul #ambruk #pj gubri SF Hariyanto #pupr riau #APBD 2025