Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Penerapan Inovasi Pakan Wafer Ampas Sagu di Meranti, Sinergi Digital Marketing untuk Komersialisasi Produk Peternakan

Helfizon • Senin, 26 Agustus 2024 | 15:23 WIB
Kelompok masyarakat belajar penerapan pakan wafer berbahan ampas sagu dalam formulasi ransum ternak serta komersialisasi produk.
Kelompok masyarakat belajar penerapan pakan wafer berbahan ampas sagu dalam formulasi ransum ternak serta komersialisasi produk.

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul "Penerapan Pakan Wafer Berbahan Ampas Sagu dalam Formulasi Ransum Ternak serta Komersialisasi Produknya Menggunakan Digital Marketing" berlangsung pada Agustus 2024. Program ini merupakan bagian dari Hibah DRTPM Kemendikbudristek Tahun 2024, dengan tujuan memberdayakan peternak lokal melalui inovasi pakan ternak berbahan ampas sagu yang diolah menjadi pakan wafer

Ketua pelaksana kegiatan Nur Azlina Ph.D., menyampaikan bahwa inovasi pakan wafer ini tidak hanya dapat meningkatkan efisiensi pakan ternak, tetapi juga membuka peluang komersialisasi produk melalui pemasaran digital. "Dengan memanfaatkan teknologi digital marketing, produk pakan wafer berbahan lokal ini diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat peternak di Kepulauan Meranti," ujarnya.

Ketua kelompok ternak setempat M Warid, mengapresiasi inisiatif ini dan berharap bahwa penerapan teknologi pakan serta pelatihan pemasaran digital dapat mendukung peningkatan produksi dan kesejahteraan para peternak. "Kami siap untuk menerapkan teknologi baru ini dan optimis dapat mengembangkan usaha ternak kami lebih baik lagi," kata M Warid.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Riau Drs H Masrul Kasmi M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan peternak dalam menciptakan inovasi yang tepat guna. "Program ini menjadi bukti nyata bagaimana teknologi lokal berbasis potensi daerah, seperti ampas sagu, dapat dioptimalkan untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kepulauan Meranti H. Ifwandi S.P, juga menyatakan dukungannya terhadap program ini. "Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh yang dapat diterapkan di wilayah lain, serta mampu meningkatkan kemandirian peternak dalam memenuhi kebutuhan pakan ternak," ujarnya.

Prof Edi Erwan Ph.D, ahli nutrisi dan teknologi produksi ternak sekaligus Ketua Umum ISPI Riau, menyampaikan bahwa inovasi pakan wafer berbahan ampas sagu memiliki nilai gizi yang tinggi dan mudah diserap oleh ternak. "Selain kaya akan nutrisi, teknologi produksi pakan wafer ini dapat diadaptasi secara luas di daerah lain dengan bahan baku serupa, menjadikannya solusi yang berkelanjutan bagi para peternak," terang Prof Edi.

Di akhir acara, Kepala Desa Gogok Darussalam, Sugianto, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini. Ia berharap kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat bisa terus terjalin untuk memajukan sektor peternakan di desanya.

Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan usaha peternakan di Kepulauan Meranti sekaligus menjadi model dalam penerapan teknologi pakan berbasis potensi lokal di berbagai daerah.(fiz/c)

Editor : M. Erizal
#Wafer Ampas Sagu #pakan ternak #sagu #Kemendikbudristek