SELATPANJANG (RAIUPOS.CO) -- Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2025 dimaknai berbeda oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin.
Momentum ini dijadikan ajang untuk menegaskan tekad besar Pemkab bersama seluruh pemangku kepentingan memperjuangkan penguatan layanan jasa transportasi laut di Kepulauan Meranti.
Salah satu dari atensi itu mempercepat terwujudnya pembangunan Pelabuhan Dorak sebagai pusat transportasi laut domestik, regional, bahkan internasional.
Usai memimpin apel Harhubnas di halaman KSOP Selatpanjang, Muzamil mengatakan bahwa keberadaan Dorak Port bukan sekadar infrastruktur, melainkan cita-cita panjang masyarakat Meranti yang terus diperjuangkan dari masa ke masa.
"Dorak Port adalah mimpi besar kita. Bukan hanya untuk Meranti, tetapi untuk membuka konektivitas regional hingga internasional. Karena itu, kami membentuk tim percepatan pembangunan pelabuhan agar cita-cita ini tidak sekadar wacana," tegas Muzamil usai memimpi apel Harhubnas di Halaman KSOP Selatpanjang, Rabu (17/9/2025).
Tahapan saat ini jelasnya, telah memasuki proses perencanaan pembebasan lahan seluas 45 x 75 meter sebagai pintu dan jalur masuk menuju pelabuhan. Sebelum eksekusi, Pemkab akan menggandeng tim appraisal independen guna menilai NJOP lahan tersebut. Targetnya, proses pembebasan dapat berjalan pada 2026 mendatang.
Beruntung hingga saat ini komitmen tersebut didorong penuh oleh Kementerian Perhubungan, dalam hal ini terus ditindaklanjuti oleh KSOP Selatpanjang. Untuk itu ia mengakui perjuangan ini tidak ringan.
Namun, sinergi dengan Kementerian Perhubungan melalui KSOP dan dukungan berbagai lembaga diyakini mampu mendorong percepatan apa yang telah dicita-citakan.
Selain fokus pada Dorak Port, Wabup juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh insan transportasi di Meranti yang terus berjuang menghadapi berbagai risiko demi memastikan masyarakat dapat bertransportasi dengan selamat, aman, dan nyaman.
Seperti belum lama ini mereka juga telah meluncurkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 20 Tahun 2025 tentang Pemberdayaan Transportasi Kapal Kempang yang beroperasi di daerah setempat.
Ia menjelaskan Perbup ini hadir untuk memberi legalitas, pendampingan teknis, serta meningkatkan standar pelayanan dan keselamatan penumpang. Selain itu, regulasi ini juga diharapkan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi pelabuhan dan penyeberangan.
Dengan demikian ia sangat berharap, semangat pengabdian dan integritas yang telah terbangun di sektor transportasi menjadi modal penting dalam perjuangan panjang mewujudkan pelabuhan kebanggaan Meranti. "Selamat Hari Perhubungan Nasional 2025. Semoga perjuangan ini diberi kemudahan, keberkahan, dan ridho Allah SWT," tutup Muzamil dengan penuh optimisme.
Editor : Rinaldi