Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Arus Penumpang Nataru di Selatpanjang Terkendali, Arus Balik Mulai Dominan

Wira Saputra • Sabtu, 3 Januari 2026 | 13:00 WIB
Sejumlah warga melewati trestel Pelabuhan Domestik Tanjung Harapan usai kapal yang mereka tumpangi tiba di Selatpanjang, Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti.
Sejumlah warga melewati trestel Pelabuhan Domestik Tanjung Harapan usai kapal yang mereka tumpangi tiba di Selatpanjang, Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti.

SELATPANJANG(RIAUPOS.CO)- Arus penumpang angkutan laut selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Pelabuhan Tanjung Harapan, terpantau berjalan stabil dan terkendali, tanpa lonjakan signifikan hingga H+7 atau 2 Januari 2026.

Berdasarkan rekapitulasi terbaru KSOP Kelas IV Selatpanjang, total pergerakan penumpang tercatat sebanyak 39.488 jiwa, dengan rincian 18.731 penumpang datang dan 20.757 penumpang berangkat.

Data ini menunjukkan arus berangkat lebih tinggi dibanding arus kedatangan, menandakan fase arus balik pasca Tahun Baru mulai mendominasi.

Kepala KSOP Kelas IV Selatpanjang, Derita Adi Prasetyo, S.Si.T, mengatakan pola tersebut mencerminkan mobilitas masyarakat yang relatif terkendali dan menyebar, tidak terpusat pada hari tertentu.

“Sejak setelah Natal hingga awal Januari, pergerakan penumpang cenderung menurun secara bertahap. Tidak ada lonjakan ekstrem seperti yang biasanya terjadi pada puncak arus Nataru,” ujar Derita, Sabtu (3/1/2026).

Ia menjelaskan, meski arus penumpang masih cukup tinggi, kepadatan di pelabuhan maupun di atas kapal tetap dalam batas aman. Pengaturan jadwal kapal dan pengawasan keberangkatan dinilai berjalan efektif.

Dari sisi jenis penumpang, pergerakan domestik masih sangat mendominasi arus lalu lintas laut di Pelabuhan Selatpanjang. Penumpang domestik tercatat mencapai hampir 90 persen dari total pergerakan, sementara penumpang internasional hanya berkisar 10 persen.

“Hal ini menegaskan fungsi Pelabuhan Selatpanjang sebagai simpul utama transportasi laut domestik antarpulau, khususnya di wilayah Riau dan Kepulauan Riau,” jelasnya.

Sementara itu, dari sisi rute pelayaran, Tanjung Balai Karimun dan Tanjung Buton masih menjadi jalur paling sibuk selama periode Nataru. Kedua rute tersebut menyumbang lebih dari setengah total pergerakan penumpang, baik untuk kedatangan maupun keberangkatan.

Derita menambahkan, puncak arus penumpang terjadi menjelang Hari Raya Natal, khususnya pada H-1 dan Hari H Natal, sebelum kemudian melandai hingga pergantian tahun dan memasuki awal Januari.

“Memasuki H+7, jumlah penumpang harian sudah turun signifikan dan berada pada level normal,” ungkapnya.

Ia juga memastikan bahwa selama periode Nataru 2025/2026, tidak terjadi gangguan keselamatan pelayaran maupun insiden kecelakaan laut.

“Secara umum, angkutan laut selama Nataru berjalan lancar, aman, dan terkendali. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami untuk meningkatkan pelayanan dan pengawasan ke depan, terutama menghadapi momen libur panjang,” tutup Derita.(wir)



Editor : Edwar Yaman
#pelabuhan selatpanjang #kepualauan meranti #nataru #Arus Penumpang #ksop kelas iv selatpanjang #angkutan laut