SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Infrastruktur transportasi laut di Dusun Peranggas, Desa Lemang, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, berada dalam kondisi memprihatinkan.
Dermaga Peranggas yang selama ini menjadi dambaan masyarakat telah cukup lama terbengkalai dan tidak lagi aman untuk digunakan selama tidak mendapat perhatian perbaikan.
Padahal, dermaga tersebut memiliki peran penting dalam mendukung distribusi hasil pertanian dan perikanan masyarakat, sekaligus menjadi penghubung utama wilayah Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir dengan Selatpanjang.
Anggota DPRD Kepulauan Meranti, Sopandi SSos, menyebut kondisi pelabuhan itu sudah masuk kategori darurat dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Menurutnya, bangunan yang sudah berusia puluhan tahun tersebut tidak lagi layak dijadikan sarana sandar kapal maupun aktivitas naik turun penumpang. Ia mendorong agar pemerintah kabupaten bersama pemerintah provinsi segera mengambil langkah konkret.
"Keadaannya sudah sangat mengkhawatirkan. Ini bangunan lama sejak masih era Bengkalis dan sekarang banyak bagian yang rusak. Kita berharap ada pembangunan pelabuhan baru agar masyarakat bisa lebih mudah membawa hasil kebun dan aktivitas ekonomi tidak terganggu," kata Sopandi, Ahad (18/1/2026).
Politisi PAN itu menegaskan bahwa keberadaan Dermaga Peranggas bukan sekadar fasilitas lokal, melainkan bagian penting dari sistem konektivitas antarwilayah di Kepulauan Meranti.
Ia menilai, tanpa dukungan infrastruktur pelabuhan yang memadai, akses masyarakat menuju pusat pelayanan pemerintahan dan perdagangan akan semakin terhambat.
"Saya berharap pembangunan bisa segera direalisasikan karena pelabuhan ini sangat vital bagi warga Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir untuk menuju Selatpanjang," ujarnya.
Sopandi yang berasal dari Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, juga menyampaikan bahwa saat ini dermaga tidak lagi dapat digunakan secara penuh. Aktivitas bongkar muat dan naik turun penumpang hanya dilakukan di bagian pangkal dermaga, sementara kapal harus bersandar menggunakan kempang.
"Kondisi seperti ini sudah berlangsung cukup lama. Selain menyulitkan, juga sangat berisiko bagi keselamatan warga," tutupnya.
Editor : Rinaldi