Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jalan Nelayan di Meranti Tak Kunjung Diperbaiki

Wira Saputra • Senin, 27 April 2026 | 11:46 WIB
Kondisi Jalan Nelayan, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti yang rusak parah, Ahad (26/4/2026). (Wira saputra/riau pos)
Kondisi Jalan Nelayan, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti yang rusak parah, Ahad (26/4/2026). (Wira saputra/riau pos)

 
SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Kondisi Jalan Nelayan di Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Me­ranti, kian memprihatinkan. Hingga kini, ruas jalan tersebut belum juga diperbaiki.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kepulauan Meranti menu­ding kerusakan disebabkan oleh mobilitas pengangkutan  perusahaan plat merah yang berlangsung beberapa bulan lalu.

Untuk itu, pihaknya mencatat sedikitnya tiga kali surat telah dilayangkan terkait kerusakan jalan tersebut kepada pihak bersangkutan, namun belum pernah ditanggapi. Demikian disampaikan Kepala Dinas PUPR Kepulauan Meranti, Rahmat Kurnia ST.

”Sejak proses mobilisasi, sudah kita ingatkan terkait tanggung jawab perbaikan. Namun sampai sekarang belum ada realisasi di lapangan,” ujarnya, Ahad (26/4).

Ia menjelaskan, sebelumnya jalan tersebut masih dalam kondisi layak dan mampu dilalui kendaraan bertonase tertentu. Namun setelah aktivitas berlangsung, kerusakan terjadi cukup signifikan dan terus memburuk.

Pemerintah daerah pun terus melakukan koordinasi dan mendorong adanya perbaikan, mengingat jalan tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat. Selain digunakan warga, jalur itu juga dilintasi kendaraan pengangkut BBM serta armada kebersihan.

Baca Juga: Belasan Pengurus Koperasi Desa Merah Putih Pilih Mundur

”Ini bukan jalan biasa, fungsinya cukup vital. Kalau dibiarkan, tentu akan mengganggu aktivitas masyarakat,” tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemda membuka kemungkinan melakukan perbaikan menggunakan anggaran daerah apabila dalam waktu dekat belum ada penanganan. Perbaikan ditargetkan dapat dimasukkan dalam anggaran perubahan.

Di sisi lain, pemerintah juga mempertimbangkan pengaturan mobilisasi kendaraan bertonase besar di jalur tersebut ke depan, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

”Kita tidak melarang aktivitas, tapi harus ada tanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan, terutama pada infrastruktur jalan,” tegas Rahmat.(wir)

Editor : Arif Oktafian
#jalan rusak #Selat Panjang #kecamatan tebing tinggi