SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Upaya meningkatkan kemampuan literasi sejak bangku sekolah dasar mulai diperkuat di Kabupaten Kepulauan Meranti. Tahun ini, sebanyak 169 SD negeri dan swasta mendapat Program Bantuan Pemerintah Sarana Keterampilan Menulis Tahun 2026.
Bantuan tersebut secara khusus menyasar peserta didik kelas I dan II. Sarana yang diberikan berupa alat tulis untuk menunjang kebutuhan pembelajaran sekaligus mendorong murid lebih aktif berlatih menulis sejak usia dini.
Bantuan tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpras) Disdikbud Kepulauan Meranti Feni Utami kepada wartawan, Kamis (27/8/2026).
Baca Juga: UU Perampasan Aset Disahkan Paling Lambat 15 Desember
Menurutnya, program ini dinilai penting karena kemampuan menulis merupakan salah satu fondasi utama dalam proses pembelajaran. Melalui dukungan sarana yang memadai, murid diharapkan tidak hanya mampu menulis, tetapi juga mulai terbiasa menuangkan gagasan, pengalaman, dan imajinasi melalui tulisan.
Untuk memastikan program berjalan sesuai ketentuan, pihaknya telah mengikuti sosialisasi Program Bantuan Pemerintah Sarana Keterampilan Menulis Tahun 2026 di Jakarta beberapa hari lalu.
"Sosialisasi menjadi langkah awal untuk menyamakan pemahaman mengenai mekanisme pelaksanaan, pemanfaatan bantuan, serta dukungan yang harus disiapkan pemerintah daerah dan sekolah penerima," ujarnya.
Baca Juga: Bantuan Rp69,43 Juta untuk Guru Korban Kebakaran di Rangsang, Sumbangan Pribadi Bupati Rp3 Juta
Disdikbud Kepulauan Meranti selanjutnya akan melakukan koordinasi dan menindaklanjuti informasi yang diperoleh dalam sosialisasi tersebut. Hal itu dilakukan agar bantuan dapat disalurkan dan dimanfaatkan secara tepat sasaran, transparan, serta memberikan manfaat langsung kepada peserta didik.
"Program ini sangat baik karena menyentuh kebutuhan langsung anak-anak di sekolah. Kita berharap bantuan alat tulis ini dapat meningkatkan semangat belajar dan keterampilan menulis murid kelas I dan II. Paling penting, bantuan harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi peserta didik," ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut tidak sekadar menjadi fasilitas yang dibagikan kepada murid. Sekolah dan guru diharapkan mampu mengoptimalkannya melalui pembelajaran yang kreatif dan mendorong murid menggunakan sarana tersebut untuk menuangkan ide, pengalaman, imajinasi, maupun kreativitas.
Baca Juga: Polisi Ungkap Lima Kasus Perusakan Kawasan Mangrove
Dengan penerima manfaat tersebar di 169 SD negeri dan swasta, program tersebut sekaligus diharapkan memperkuat pemerataan dukungan terhadap proses pembelajaran di Kepulauan Meranti.
"Dari sebuah alat tulis, lahir sebuah tulisan. Dari sebuah tulisan, tumbuh gagasan dan kreativitas. Dari anak-anak yang gemar menulis, kita siapkan generasi Meranti yang cerdas, kreatif dan berdaya saing," harapnya.
Editor : Rinaldi