JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Ubi ungu adalah jenis ubi-ubian yang bermanfaat bagi tubuh. Jenis makanan yang warnanya mencolok ini sering dijadikan makanan olahan, seperti selai, roti, atau rebusan ubi yanga dimakan saat hangat. Ubi ungu memiliki rasa yang manis jika dimakan. Teksturnya pun juga sangatlah lembut jika direbus.
Selain dapat dimakan, ternyata ubi ungu kaya akan mineral, vitamin dan antioksidan. Lantas apakah ubi ungu dapat mengurangi risiko penyakit diabetes?
Berdasarkan penelitian dari Healthline, Minggu (4/8) di dalam ubi ungu mengandung flavonoid yang terbukti dapat menurunkan gula darah penderita diabetes tipe 2.
Obesitas dan peradangan yang disebabkan oleh stres oksidatif meningkatkan risiko resistensi insulin, kontrol gula darah yang buruk, dan diabetes tipe 2.
Resistensi insulin terjadi ketika sel-sel Anda tidak merespons hormon insulin dengan baik, yang bertanggung jawab untuk menjaga kendali gula darah Anda.
Sebuah penelitian tabung mengamati bahwa ekstrak ubi ungu yang kaya flavonoid mengurangi stres oksidatif dan resistensi insulin dengan melindungi sel-sel penghasil insulin di pankreas.
Selain itu, sebuah penelitian pada 20 tikus menemukan bahwa pemberian ekstrak ubi ungu dalam jumlah yang lebih tinggi menurunkan nafsu makan, mendorong penurunan berat badan, dan meningkatkan kontrol gula darah.
Penelitian lain melaporkan bahwa suplemen ubi ungu mengurangi laju penyerapan gula darah pada tikus dengan kadar gula yang tinggi, sehingga meningkatkan kontrol gula darah.
Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh rendahnya indeks glikemik (GI) ubi ungu. GI, yang berkisar antara 0 hingga 100, adalah ukuran seberapa cepat gula diserap ke dalam aliran darah Anda.
Ubi ungu memiliki GI 24, yang berarti karbohidrat dipecah menjadi gula secara perlahan, sehingga menghasilkan pelepasan energi yang stabil dan dapat mencegah lonjakan gula darah.
Sumber: JawaPos.com
Editor : M. Erizal