Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Waspada! Kasus Diare di Meranti Meningkat, Dua Balita Meninggal Dunia

Wira Saputra • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 19:40 WIB
Ilustrasi, Balita terkena diare.
Ilustrasi, Balita terkena diare.

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO)-Kabupaten Kepulauan Meranti harus waspada, dalam beberapa pekan terakhir kasus diare di daerah ini melonjak tajam hingga menelan korban jiwa.

Dikabarkan, dua balita malang, masing-masing berusia empat dan enam bulan, dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami dehidrasi berat akibat muntah dan buang air besar terus-menerus.

Lonjakan ini membuat Pemerintah Daerah Kepulauan Meranti mengambil langkah cepat. Melalui Dinas Kesehatan, Pemkab telah mengeluarkan imbauan secara terbuka.

Masyarakat diminta untuk dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala dan penyebaran penyakit memiliki gejala serupat tersebut.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P), Widya Nengsih, membenarkan, Sabtu (18/10/2025). Namun peningkatan terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

“Sejak 1 hingga 18 Oktober 2025, tercatat 316 kasus diare di seluruh kecamatan. Paling banyak di Kecamatan Rangsang Barat, tepatnya di Kedabu Rapat, mencapai 91 penderita, disusul Tebingtinggi (Selatpanjang) dengan 66 kasus.

Dua balita yang meninggal dunia berasal dari Kecamatan Tasik Putri Puyu dan Pulau Merbau,” ungkap Widya.

Secara kumulatif, sejak Januari hingga September 2025, Dinas Kesehatan telah mencatat 1.288 kasus diare di Meranti menunjukkan bahwa penyakit ini bukan lagi persoalan sepele, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.

Meningkatnya kasus diare disebut biasanya dipuci oleh pola hidup terlebih kondisi cuaca tidak menentu yang sering berganti panas dan hujan turut memperburuk penyebaran bakteri penyebab penyakit.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti mengimbau masyarakat untuk selalu mencuci tangan pakai sabun sebelum makan dan setelah buang air besar.

 

Merebus air hingga mendidih sebelum diminum. Menjaga kebersihan makanan dan lingkungan sekitar rumah. Segera membawa anak ke fasilitas kesehatan bila menunjukkan gejala diare.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga akan menggelar sosialisasi dan edukasi langsung ke sekolah-sekolah, posyandu, serta rumah ibadah, agar masyarakat memahami pentingnya pencegahan dini dan penanganan cepat.

“Kami ingin masyarakat tidak panik, tapi tetap waspada. Edukasi adalah kunci. Kami akan gencarkan sosialisasi agar kasus tidak terus bertambah,” tegas Widya Nengsih.

Pemerintah berharap langkah cepat dan kesadaran masyarakat dapat menekan penyebaran diare di Kepulauan Meranti, sehingga tidak lagi ada nyawa yang melayang sia-sia akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah ini.

Laporan Wira Saputra

Editor : Eka G Putra
#Kasus diare di riau #Balita meninggal akibat diare #Diare di meranti #Waspada diare #Kasus diare di kabupaten meranti