Ketika dokter menjelaskan bahwa anggota keluarga Anda akan pulang dengan trakeostomi, ketakutan adalah respons alami. Lubang di leher? Selang? Bagaimana kalau tersumbat? Ns. Romanna dari Keperawatan RS Awal Bros Sudirman Sudirman Pekanbaru mengerti kekhawatiran ini, dia mendengarnya setiap hari dari keluarga di RS Awal Bros. Tetapi ada kabar baik, ketakutan itu bisa dikelola dengan pengetahuan yang tepat. Trakeostomi adalah tindakan membuat lubang kecil pada batang tenggorokan di bagian depan leher untuk membuka jalan napas secara langsung. Untuk pasien dengan sumbatan jalan napas, yang memerlukan alat bantu napas jangka panjang, atau yang memiliki gangguan neurologis, ini adalah penolongan. Mereka bisa bernapas lebih mudah dan hidup lebih nyaman—tetapi Anda, sebagai keluarga, memiliki tanggung jawab besar merawat mereka di rumah.
Tantangan yang akan Anda hadapi nyata dan wajar. Pertama adalah cemas dan takut—bagaimana jika kanul tiba-tiba terlepas atau jalan napas tersumbat? Kedua adalah kepercayaan diri. Meskipun sudah diajari perawat di rumah sakit, kepercayaan sejati datang dari praktik berulang. Setiap kali Anda membersihkan kanul dengan benar atau mengenali tanda infeksi lebih awal, Anda semakin kuat. Ketiga adalah kelelahan fisik dan mental. Anda tidak bisa meninggalkan pasien sendirian dalam waktu lama, terutama jika mereka tidak bisa memanggil bantuan. Keluarga sering bergantian berjaga malam. Kurang tidur membuat segalanya terasa lebih berat. Inilah mengapa pesan penting kami: Anda harus juga menjaga kesehatan sendiri. Berbagi tugas dengan anggota keluarga lain, istirahat yang cukup, dan jangan ragu menghubungi tim medis jika merasa kewalahan. Pasien membutuhkan pengasuh yang sehat.
Perawatan yang tepat mencegah komplikasi yang mengancam nyawa. Jika kanul tidak dibersihkan dengan baik, dahak mengeras dan menyumbat jalan napas. Jika luka tidak dijaga kebersihannya, bakteri masuk dan menyebabkan infeksi yang bisa berkembang menjadi pneumonia. Setiap pembersihan, setiap pemeriksaan yang Anda lakukan adalah tindakan penyelamatan. Ingat: lubang di leher terhubung langsung ke saluran pernapasan bawah, jadi kebersihan adalah segalanya. Minimal dua anggota keluarga harus menerima pelatihan formal dari rumah sakit sebelum pasien pulang, belajar cara melepas, membersihkan, dan memasang kanul dengan benar, cara melakukan sedot dahak dengan aman, cara merawat luka, dan apa yang harus dilakukan saat darurat. Pelatihan harus dilakukan sampai Anda dinyatakan kompeten dan percaya diri oleh perawat. Tidak ada jalan pintas.
Alat-alat yang harus selalu ada di rumah adalah mesin suction (penyedot dengan daya hisap kuat), selang suction dalam jumlah banyak, humidifier untuk melembabkan udara agar dahak tidak mengeras, sikat pembersih kanul yang lembut, dua kombol untuk air hangat dan cairan salin steril, cairan salin steril 0,9 persen, kassa steril, tali pengikat cadangan, dan sarung tangan. Rutinitas harian Anda, posisikan pasien setengah duduk, lepaskan kanul dalam sambil tahan kanul luar agar tidak ikut terlepas, rendam kanul dalam di cairan salin, masukkan kanul cadangan yang bersih dan tekan sampai terdengar bunyi klik, kemudian bersihkan kanul yang dilepas dengan sikat lembut, bilas dengan air steril, keringkan. Lakukan pembersihan setiap hari atau lebih sering jika kotor. Perawatan luka harus dilakukan setiap hari atau ketika lembab dan kotor—bersihkan dengan kassa steril berisi salin, ganti tali pengikat jika basah, pastikan luka selalu kering dan bersih.
Tanda-tanda bahaya yang harus Anda kenali menentukan seberapa cepat Anda mencari pertolongan. Warna dahak normal adalah bening atau putih jernih, jika berubah hijau, kuning pekat, atau kecokelatan, kemungkinan ada infeksi. Jika konsistensi dahak tiba-tiba berubah dari encer menjadi kental dan lengket, atau volumenya melonjak drastis, itu tanda peringatan. Demam di atas 38 derajat Celsius, terutama disertai tubuh menggigil, adalah tanda infeksi serius. Suara napas yang berbeda—mengorok, mengi, atau grok-grok dari dada bahkan setelah sedot dahak, menunjukkan sesuatu yang salah. Kulit di sekitar trakeostomi yang menjadi merah, bengkak, hangat, atau mengeluarkan nanah adalah infeksi lokal. Jika kanul bergeser atau kendur, ikat kembali dengan kelonggaran satu jari. Jika selang suction tidak bisa masuk karena sumbatan, bersihkan kanul dalam segera—jika tetap tersumbat, bawa ke fasilitas kesehatan.
Ada tanda-tanda yang memerlukan ke IGD segera, yaitu pasien bernapas sangat cepat, dada atau otot leher tertarik ke dalam dengan kuat, kulit di mulut atau bibir atau ujung jari menjadi pucat atau kebiruan, pasien gelisah atau kesadaran menurun, itu kekurangan oksigen. Darah segar dalam jumlah banyak dari kanul juga situasi darurat (bukan hanya sedikit dari iritasi sedot dahak). Jangan tunggu—bawa ke IGD. Catat perkembangan pasien dalam jurnal—ini akan sangat membantu saat kontrol ke dokter.
Merawat pasien dengan trakeostomi sangat menuntut secara fisik dan emosional, tetapi dengan pelatihan, pengetahuan, dan dukungan, ini sangat mungkin dilakukan. RS Awal Bros di Pekanbaru, Batam, Dumai, dan cabang lain siap mendukung Anda. Hubungi kapan saja Anda merasa ragu atau kewalahan. Ingat: setiap hari Anda berhasil merawat pasien dengan baik adalah hari kesuksesan. Anda lebih kuat dari yang Anda pikir—dan keluarga Anda tidak sendirian dalam perjalanan ini.***
Editor : Arif Oktafian