(RIAUPOS.CO) - Kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari kita adalah air. Air juga digunakan untuk mandi, selain untuk minum dan memasak, mencuci pakaian, hingga membersihkan berbagai peralatan rumah tangga. Meski begitu, tidak semua air memiliki kualitas yang sama.
Salah satu kondisi yang cukup sering ditemui adalah air sadah atau hard water. Yakni air yang mengandung mineral terlarut, terutama kalsium dan magnesium, dalam kadar tinggi.
Meski umumnya aman dikonsumsi, air sadah dapat menimbulkan berbagai masalah pada kulit, rambut, hingga peralatan rumah tangga jika digunakan terus-menerus.
Baca Juga: Pemkab Kuansing Tetap Optimis Ranperda SOTK Dilanjutkan
Banyak orang mengira kulit yang mudah kering atau rambut yang kusam disebabkan oleh produk perawatan yang kurang cocok. Padahal, kualitas air yang digunakan setiap hari juga bisa menjadi penyebab yang sering luput dari perhatian.
Apa itu air sadah?
Air sadah terbentuk secara alami ketika air tanah melewati lapisan batu kapur, batu gamping, atau mineral lainnya sehingga membawa kandungan kalsium dan magnesium dalam jumlah tinggi. Semakin tinggi kadar kedua mineral tersebut, semakin tinggi pula tingkat kesadahan air.
Secara umum, kesadahan air dibagi menjadi dua jenis. Yaitu kesadahan sementara yang dapat dikurangi dengan proses pemanasan, serta kesadahan tetap yang tetap bertahan meski air telah direbus.
Baca Juga: Lima Qori-qoriah Kuansing Lolos ke MTQ Nasional, Ini Nama-namanya
Ciri-ciri air sadah yang mudah dikenali
Ada beberapa tanda yang bisa menjadi petunjuk bahwa air di rumah termasuk air sadah. Sabun biasanya lebih sulit menghasilkan busa karena bereaksi dengan kandungan mineral di dalam air.
Reaksi tersebut juga meninggalkan sisa sabun atau soap scum yang menempel pada kulit maupun permukaan kamar mandi. Selain itu, kerak putih sering muncul pada keran, kepala shower, ketel, atau mesin cuci. Peralatan gelas juga tampak kusam karena bercak air yang sulit hilang.
Pada pakaian, penggunaan air sadah dalam jangka panjang dapat membuat kain terasa lebih kaku dan warna pakaian lebih cepat memudar.
Dampaknya terhadap kesehatan kulit
Kandungan mineral yang tinggi membuat sabun tidak mudah dibilas secara sempurna. Akibatnya, residu sabun dapat tertinggal di permukaan kulit dan bercampur dengan kotoran maupun minyak. Kondisi tersebut berpotensi menyumbat pori-pori sehingga meningkatkan risiko munculnya jerawat, terutama di area punggung dan tubuh.
Air sadah juga dapat mengurangi minyak alami yang berfungsi menjaga kelembapan kulit. Dampaknya, kulit menjadi lebih kering, terasa kasar, bersisik, bahkan mudah mengalami iritasi.
Bagi pemilik kulit sensitif, kondisi ini dapat memperburuk keluhan seperti eksim, psoriasis, maupun rosacea karena lapisan pelindung kulit (skin barrier) menjadi lebih mudah rusak.
Baca Juga: Penalti Kylian Mbappe ke Gawang Parguay Antarkan Prancis ke Perempatfinal Piala Dunia 2026
Rambut juga bisa terkena dampaknya
Tidak hanya kulit, rambut pun dapat kehilangan kelembapan akibat penggunaan air sadah. Mineral yang menempel pada batang rambut membentuk lapisan tipis yang menghambat penyerapan nutrisi dan kelembapan.
Akibatnya, rambut terasa kasar, sulit diatur, kusam, hingga lebih mudah patah. Pada rambut yang diwarnai, air sadah juga dapat mempercepat pudarnya warna sehingga hasil pewarnaan tidak bertahan lama. Selain itu, penumpukan mineral pada kulit kepala dapat memicu rasa gatal, kulit kepala kering, hingga ketombe yang sulit diatasi.
Apakah air sadah berbahaya jika diminum?
Secara umum, air sadah masih tergolong aman untuk dikonsumsi. Bahkan, kandungan kalsium dan magnesium di dalamnya dapat memberikan tambahan asupan mineral bagi tubuh. Meski demikian, pada kondisi kesadahan yang sangat tinggi serta pada orang yang memiliki riwayat batu ginjal atau gangguan ginjal tertentu, konsultasi dengan dokter tetap disarankan untuk mengetahui jenis air yang paling sesuai dikonsumsi.
Cara mengurangi dampak air sadah
Apabila air di rumah tergolong sadah, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampaknya. Memasang water softener menjadi solusi jangka panjang karena alat ini mampu mengurangi kandungan kalsium dan magnesium sebelum air digunakan.
Alternatif lainnya adalah menggunakan filter shower yang membantu menyaring sebagian mineral serta klorin sehingga air terasa lebih nyaman saat digunakan mandi. Untuk menjaga kesehatan rambut, penggunaan clarifying shampoo atau chelating shampoo secara berkala dapat membantu mengangkat endapan mineral yang menempel pada helaian rambut.
Sementara itu, pemilik kulit sensitif sebaiknya memilih sabun dengan formula lembut dan menghindari pembersih yang mengandung surfaktan keras. Mengoleskan pelembap segera setelah mandi juga menjadi langkah penting untuk membantu mempertahankan kelembapan kulit.
Air memang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, tetapi kualitasnya sering kali kurang mendapat perhatian. Mengenali ciri-ciri air sadah dan memahami dampaknya dapat membantu menjaga kesehatan kulit serta rambut dalam jangka panjang. Dengan langkah perawatan yang tepat, tubuh tetap bisa terlindungi meski harus menggunakan air sadah setiap hari.***
Editor : Edwar Yaman