RIAUPOS.CO - Sebagian besar orang konsumsi suplemen vitamin kapan saja sempat, tanpa memikirkan waktu atau pasangannya.
Banyak yang tidak memperhatikan bahwa waktu dan cara minum vitamin mempengaruhi seberapa banyak nutrisi yang diserap tubuh. Beberapa suplemen bahkan saling menghambat, atau mengganggu kerja obat yang sedang dikonsumsi.
Seperti diketahui, suplemen vitamin sering dianggap solusi praktis untuk menutup kekurangan nutrisi.
Baca Juga: Liga Champions: Diego Simeone Sebut Manchester United Masih Menciptakan Bahaya bagi Atletico Madrid
Suplemen-suplemen sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan, karena dapat menghambat penyerapan satu sama lain oleh tubuh, seperti dilansir dari laman The Ohio State University.
Sebaiknya selalu berusaha mendapatkan sebagian besar, atau bahkan seluruh, nutrisi dari makanan yang Anda konsumsi.
Namun, jika itu tidak memungkinkan, multivitamin atau vitamin dan mineral tertentu dapat membantu menggantikan kekurangan nutrisi tersebut.
Baca Juga: Murid SDIT Rabbani Pasirpengaraian Melaju ke Tingkat Nasional OMI 2026
Berikut lima kesalahan yang perlu dihindari sebelum mengkonsumsi beberapa suplemen vitamin dan cara minum vitamin yang tepat:
1. Menelan kalsium dan zat besi bersamaan
Kalsium mengurangi penyerapan zat besi. Vitamin C dan B12 dosis tinggi yang diminum bersamaan dalam jangka panjang juga dapat menurunkan penyerapan B12.
Baca Juga: Hakim Vonis Empat Terdakwa Korupsi KUR BUMN Rumbai 18 Bulan Penjara
Sebaiknya beri jeda dua sampai empat jam, misalnya zat besi pagi hari dan kalsium saat makan siang atau malam.
2. Konsumsi vitamin larut lemak saat perut kosong
Vitamin A, D, E, dan K larut dalam lemak sehingga paling baik diserap bersama makanan, idealnya lemak sehat seperti alpukat.
Baca Juga: Gandeng Maybank, Arista Expo 2026 Hadirkan Promo Bebas Cicilan selama 6 Bulan hingga Bunga 0 Persen
Vitamin larut air, seperti vitamin C dan semua vitamin B, boleh diminum saat perut kosong, atau bersama makanan bila membuat mual.
3. Mengabaikan dampak interaksi dengan obat
Ginkgo biloba bersama pengencer darah meningkatkan risiko perdarahan berat. Kalsium atau zat besi menghambat penyerapan levotiroksin, sehingga sebaiknya diberi jeda minimal empat jam.
Baca Juga: Bagansiapiapi Diguyur Hujan sejak Dini Hari hingga Siang, Kabut Asap Berkurang, Muncul Genangan Air
Vitamin K melemahkan efek warfarin, dan dapat menurunkan efektivitas pil KB, antidepresan, dan pengencer darah.
4. Tak memperhatikan pasangan nutrisi
Beberapa nutrisi justru saling membantu. Vitamin D diperlukan untuk menyerap kalsium, vitamin C membantu menyerap zat besi dari sumber nabati seperti kacang-kacangan.
Baca Juga: Disdikpora Kampar Instruksikan Sekolah Terdampak Kabut Asap Gelar Pembelajaran Tatap Muka
Magnesium membantu mengubah vitamin D ke bentuk aktif, dan vitamin K membantu kalsium masuk ke tulang.
5. Mengabaikan waktu minum
Magnesium glisinat yang dipakai untuk menenangkan dan membantu tidur sebaiknya malam hari.
Baca Juga: Lewat Sidang Paripurna HUT Ke-27 Pelalawan, Bupati Zukri Beberkan Capaian Keberhasilan Pembangunan
Vitamin B12 yang membuat tubuh terasa segar lebih baik diminum pagi. Multivitamin idealnya diminum bersama makan di awal hari, terutama bila mengandung kafein atau herbal penambah energi seperti ginseng.
Penelitian klinis, menemukan kadar vitamin D dalam darah naik sekitar 50 persen setelah suplemen diminum bersama makan terbesar atau diminum bersama makanan berlemak.
Dalam studi juga menunjukkan pada pasien hipotiroid menemukan konsumsi kalsium karbonat 1.200 mg per hari dapat menurunkan kadar hormon tiroid dan meningkatkan TSH.
Baca Juga: Topang Kemajuan Pembangunan, 27 Tahun Usia Pelalawan, DPRD Sahkan 241 Peraturan Daerah
Lebih baik konsultasi terlebih dahulu dengan dokter tentang aturan cara minum vitamin. Pola makan beragam tetap menjadi fondasi utama, sementara suplemen hanya melengkapi.
Editor : M. ErizalSumber : jawapos.com